Suara.com - Bandara Gamarmalamo Galela di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) ditutup selama 2 hari. Itu menyusul adanya erupsi Gunung Dukono.
"Bandara masih ditutup, nanti kita lihat sampai besok siang," kata Kepala Bandara Gamarmalamo Galela, Anang Supri ketika dihubungi dari Ternate, Senin (8/8/2016).
Erupsi abu vulkanik Gunung Dukono sudah mengarah ke arah utara dan mendekat ke arah Bandara. Sehingga perlu dilakukan penutupan demi keamanan.
Menurut Anang, pihaknya akan melakukan pengecekan terus hingga Selasa (9/8/2016) pukul 14.00 WIT. Bila situasi sudah kondusif, meski belum pukul 14.00 WIT bandara bisa saja dibuka.
"Begitu juga sebaliknya, kalau masih hujan abu vulkanik maka bisa diperpanjang penutupannya, tergantung situasi," jelasnya.
Bandara Gamarmalamo Galela didarati oleh pesawat Wings Air yang membuka rute penerbangan Manado-Galela dan sebaliknya dengan jadwal keberangkatan satu minggu empat kali, yaitu pada Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu. Gunung Dukono di Halmahera Utara mengeluarkan abu vulkanik setinggi 600-900 meter dari kawah, Senin pukul 13.00 Wit dengan aktivitas gempa tremor.
Sementara itu, Kepala Pos Pemantau Gunung Dukono, Iwan Amat ketika dihubungi mengatakan, semburan abu vulkanik Gunung Dukono yang berwarna putih hingga kelabu condong ke arah barat laut dan penyebaran abu sampai ke pesisir Galela, dan bisa saja sampai ke Morotai tergantung tiupan angin.
Aktivitas gunung berapi itu juga ditandai dengan peningkatan kegempaan, dengan adanya gempa hembusan dan gempa tremor, bahkan peningkatan aktivitas vulkanik terjadi sejak dua hari lalu.
Dia menyatakan, sesuai ketentuan sudah disampaikan larangan bagi warga untuk melakukan kegiatan di radius 2 km dari puncak gunung.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tidak mendekati gunung di radius 2 kilometer dan menggunakan masker apabila keluar rumah," katanya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, telah membagikan masker kepada warga yang terkena dampak abu vulkanik. Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Hernefer Tjandua membenarkan dampak abu gunung juga dirasakan di Kecamatan Tobelo Utara dan kecamatan Galela.
Menurut Hernefer, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Halut telah membagikan masker kepada masyarakat yang wilayahnya terkena dampak abu gunung.
"TRC masih melakukan pembagian masker Sementara distribusi masker dan belum bisa dipastikan berapa jumlahnya pasalnya masih dilakukan pemberian bantuan masker," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar
-
Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Masuk 10 Besar Pelestari Budaya di Festival Piala Presiden