Suara.com - Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengajak untuk bersama-sama menangani masalah kemiskinan. Sebab, dengan membiarkan kemiskinan berarti menyimpang dari cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia.
"Proses pemiskinan harus segera kita hentikan supaya sama dari persepsi kita. Ini menyeleweng dari ideologi dan cita-cita kemerdekaan kita sudah merdeka hampir 71 tahun," ujar Djarot dalam sambutan acara pengarahan kegiatan Rakerda Penanggulangan Kemiskinan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/8/2016).
Djarot mengakui banyak kebijakan pemerintah yang salah kaprah dalam menangani masalah kemiskinan.
"Saudara-saudara kita sering salah di dalam mengambil kebijakan penanggulangan kemiskinan dengan cara-cara yang instant, semuanya kan itu cara-cara instant itu tidak membikin mereka terangkat harkat dan martabatnya sebagai orang miskin. Kenapa karena orang miskin selalu diposisikan tidak bermartabat," katanya.
Mantan Wali Kota Blitar menambahkan tidak semua orang miskin dalam keadaan yang tidak mampu, kecuali disabilitas. Itu sebabnya, harus dibedakan antara kelompok yang produktif dan yang tidak produktif.
"Oleh sebab itu kita harus bedakan betul, mana kelompok-kelompok yang masih produktif dan mana tidak produktif. Ingat saudara-saudara, bangsa kita itu tidak dilahirkan sebagai bangsa pengemis bangsa peminta-minta," kata Djarot.
Menurut dia pengentasan kemiskinan dapat dilakukan secara komprehensif dan tidak sepotong-sepotong.
"Oleh karena itu kebijakan pengentasan kemiskinan dilakukan harus secara komprehensif, tidak boleh parsial sepotong-potong saling tumpang tindih. Oleh sebab itu, kita harus bisa memberikan stimulus memberikan rangsangan kepada orang miskin supaya mereka tetap atau produktif," katanya.
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!