Suara.com - Berdasarkan analisis Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4), didapati pemilih tertua di Provinsi Gorontalo berusia 111 tahun. Dia tinggal di Desa Pancakarsa, Kabupaten Pohuwato.
Anggota KPU Provinsi Gorontalo, Verrianto Madjowa menjelaskan dari DP4 menunjukkan, pemilih yang berusia 90 tahun ke atas didapati berjumlah 862 orang. Rinciannya di Kabupaten Gorontalo 366 orang, di Kota Gorontalo 81 orang, Bone Bolango 124 orang, Boalemo 88 orang, Pohuwato 95 orang dan Gorontalo Utara 108 orang.
"Sementara untuk pemilih dibawah 17 tahun dan telah menikah sebanyak 126 orang," kata Verrianto, Sabtu.
Meskipun demikian, melalui Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan dibentuk bulan ini juga, akan melakukan pencocokan dan penelitian di lapangan, apakah orang-orang tersebut benar-benar ada atau bisa saja sudah meninggal.
Ia menuturkan juga, sesuai perencanaan tahapan dan program, untuk petugas PPDP ini akan dilakukan bimbingan teknis pada tanggal 5 September nanti, agar kearutan data pemilih dilapangan benar-benar terverifikasi.
"Untuk pemilih berkebutuhan khusus, tercatat sebanyak 1.902 jiwa, yang tersebar di Kabupaten/Kota,"jelasnya.
Sementara itu untuk di Kabupaten Boalemo, yang juga akan melaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, didapati pemilih yang berumur kurang dari 17 tahun dan telah menikah sebanyak 27 orang dan disabilitas 186 orang.
Sementara data melalui DP4, dimana total pemilih di Provinsi Gorontalo sebanyak 813.640 orang, terdiri dari laki-laki 405.480 orang dan perempuan 408.160 orang. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara