Owi dan Butet Tiba di Tanah Air
Sadar kah Anda, setiap kali mendapat medali emas, seorang atlet olimpiade selalu menggigit medali tersebut.
Rupanya, pose foto menggigit medali emas sudah mendarah daging dan jadi kebiasaan para pemenang lho.
Apakah alasannya? Dikutip dari brightside.me, suara.com memiliki jawaban bagi Anda.
1. Bukan Trend Baru
Buat Anda yang belum tahu, tren menggigit medali bukanlah hal yang baru. Tradisi ini sudah ada sejak 1991.
2. Permintaan Fotografer
Mengigit medali juga dilakukan karena permintaan fotografer. Dengan menggigit medali, foto akan terlihat lebih 'hidup' dan memberi kesan seni yang unik.
3. Mengetahui Emas Asli
Di zaman dahulu, menggigit emas adalah cara paling sederhana untuk mengetahui apakah benda tersebut asli atau tidak. Menggigit emas sering dilakukan saat bertransaksi antara pedagang dan pembeli.
4. Kadar Medali Emas
Saat ini medali tidak sepenuhnya terbuat dari emas. Hanya sekitar 6 gram emas, 93 persen perak dan tembaga 6 persen. Jika benar-benar emas murni, setelah digigit akan meninggalkan bekas lekukan pada medali. Sedangkan jika keras saat digigit, logam tersebut berarti campuran.
5. Kehilangan Gigi
Jika medali emas tersebut palsu terbukti saat menggigitnya, gigi Anda akan copot. Nggak percaya? Buktinya atlet dari Jerman, David Moeller, pada Olimpiade 2010 lalu kehilangan giginya sehabis menggigit medali. Wow! (Rinaldi Aban)
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal
-
Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar
-
Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun
-
Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat
-
Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!
-
Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus
-
Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat
-
Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman
-
Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini
-
Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar