Sandiaga Uno saat ditemui di Jakarta Barat, Senin (22/8/2016) malam. [Suara.com/Erick Tanjung]
Calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra Sandiaga Uno mengatakan, akan sangat sulit menghindari benturan kepentingan ketika calon petahana tidak cuti pada saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah.
Hal itu dikatakan Sandiaga menanggapi gugatan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang aturan cuti dalam UU Pilkada ke Mahkamah Konstitusi. Ahok melayangkan gugatan ini menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Akan sangat sulit menghindari benturan kepentingan, akan sangat sangat sulit memastikan dia tidak menggunakan fasilitas negara untuk berkampanye, karena akan sulit membedakan apakah dia kampanye atau menjalankan tugas," kata Sandiaga di sela-sela acara peresmian tim pemenangan Sandiaga Uno, di Jalan Kebagusan, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (28/8/2016).
Gugatan aturan cuti ini diajukan Ahok supaya dirinya tidak cuti dari jabatannya. Ahok tidak mau cuti dengan beralasan ingin mengawasi APBD-P 2017.
Menurut Sandiaga, pengawasan APBD sebenarnya bisa dilakukan oleh rakyat atau birokrat lainnya. Sehingga, eksekutif dalam hal ini Gubernur, tidak harus mengawasi langsugn pembahasan anggaran ini selama 24 jam.
"Sekarang eranya rakyat. Rakyat bisa pastikan itu, bisa kawal itu. Seorang leader kan seorang yang bisa membangun sistem, masa harus 24jam sih Gubernur melototin APBD. Kan nggak," kata Sandiaga.
Dengan keinginan kuat Ahok untuk tidak cuti ini, Sandiaga jadi mempertanyakan alasannya. Sandiaga mempertanyakan soal sistem yang selama ini berjalan di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dalam pembahasan anggaran.
"Saya malah khawatir dia bilang dia harus lihat sendiri, selama ini dia ngapain, dia tidak membangun sistem atau gimana, dia kan bisa dibilang, bisa tinggalin. 'eh tolong dong, gw mau kampanye nih, awasin dong'. Kan bisa," ujarnya.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik