Kemitraan ASEAN dan Republik Rakyat Cina (RRC) harus mampu berkontribusi terhadap perwujudan perdamaian, stabilitas dan keamanan di Laut China Selatan. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo di hadapan kepala negara ASEAN dan Premier RRC Li Keqiang pada saat pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-RRT ke-19 di Vientiane, Laos.
“Kemitraan ASEAN dan RRC harus mampu, saya tegaskan, harus mampu berkontribusi terhadap perdamaian, berkontribusi terhadap stabilitas dan berkontribusi terhadap keamanan di Laut China Selatan,” ujar Presiden Joko Widodo saat mengemukakan pandangannya pada pertemuan ‘retreat’ KTT ASEAN ke-29 yang digelar pada Rabu (7/9/2016) di National Convention Centre (NCC), Vientiane, Laos..
Kontribusi tersebut dilakukan dengan menghormati Hukum Internasional (termasuk UNCLOS 1982). “Semua pihak harus dapat menahan diri. Semua pihak harus mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai,” kata Presiden.
Presiden mendorong agar ‘Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea’ (DOC) harus diimplementasikan secara penuh dan efektif. “COC (Code of Conduct) harus segera diselesaikan karena Kawasan Laut China Selatan tidak boleh menjadi ‘power projection’ kekuatan-kekuatan besar,” kata Presiden.
Untuk itu, Presiden menyambut baik dan mendorong implementasi ‘Code for Unplanned Encounters at Sea’ (CUES) in the South China Sea dan Komunikasi Hotline antara Pejabat Tinggi terkait Tanggap Darurat Maritim di Laut China Selatan.
“Saya yakin konsistensi implementasi CUES dan HOTLINE akan berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas keamanan di Laut China Selatan,” ujar Presiden.
Selain itu, ASEAN dan RRT juga didorong untuk memajukan stabilitas keamanan di jalur utama Maritim di kawasan. Dengan total nilai perdagangan 5 triliun Dolar Amerika Serikat (AS) per tahun, keamanan maritim merupakan bagian penting dari kesejahteraan masyarakat, tidak saja di kawasan tapi bagi ekonomi dunia.
“Dengan nilai 5 triliun Dolar AS per tahun, tidak bisa tidak, kerja sama keamanan maritim harus ditingkatkan,” kata Presiden.
Oleh karenanya Presiden mendorong agar para negara-negara terkait untuk memulai implementasi nyata dari kesepakatan ‘EAS Statement on Enhancing Regional Maritime Cooperation’ yang telah disepakati tahun 2015.
“Perlu dijadikan prioritas, perlu dilakukan secara serius sehingga rasa saling percaya di kawasan akan terus meningkat,” kata Presiden.
Perayaan 25 Tahun Hubungan Dialog ASEAN dan RRC
ASEAN dan RRC tahun ini merayakan 25 tahun kemitraan erat, sejak bergabungnya RRC sebagai mitra wicara ASEAN pada tahun 1991. “Dalam 25 tahun ini RRT telah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN dengan volume perdagangan 346,4 miliar Dolar AS dan telah menjadi mitra investasi ke-4 terbesar ASEAN dengan nilai investasi 8,2 miliar Dolar AS,” ujar Presiden.
Ke depan, lanjut Presiden, ASEAN-RRC perlu terus mengedepankan hubungan ekonomi yang seimbang dan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.“Pertumbuhan ekonomi memerlukan, kawasan yang damai, kawasan yang stabil dan kawasan yang aman,” ujar Presiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Emosi Memuncak! Pria di Bandung Bakar Motor Sendiri, Tiga Rumah Ludes Dilalap Api
-
Rekor Timnas Indonesia vs Singapura di Jalan Besar Stadion: Dramatis, dan Tak Pernah Mudah
-
Menteri PU Dody Hanggodo Wacanakan Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing
-
Sunscreen Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 6 Rekomendasinya
-
Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi
-
War Ticket Upacara 17 Agustus di Istana Baru Dibuka, Antrean Virtual Tembus 4 Jam!
-
Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Berlanjut, Kejari Isyaratkan Ada Tersangka Baru
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum