Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah melihat ada yang keliru dari operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman.
Menurut Fahri, Irman adalah sosok yang baik dan kaya yang sangat kecil kemungkinannya melakukan kejahatan. Ia juga mengatakan Irman tidak bisa disebut sebagai orang jahat.
"Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsi dia (Irman) sudah kaya. Dia punya rumah di Bintaro sana 2.000 meter persegi, pakai kolam renang. Keluarganya juga keluarga baik-baik," kata Fahri di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2016).
Menurut Fahri, sejauh ini KPK belum bisa membedakan mana penjahat yang harus ditangkap dan mana orang baik yang keliru. Sebab itu, KPK selalu asal tangkap orang.
"Dia (Irman) tidak boleh dikategorikan sebagai orang jahat. KPK itu tidak bisa membedakan mana yang disebut dengan kejahatan, mana yang disebut dengan kekeliruan, kesalahan. Itu dua hal yang berbeda," ujar Fahri.
"Diantam kromo aja. Sehingga semua orang yang mungkin saja salah, itu semua mau diantam kromo. Semua mau disikat," Fahri menambahkan.
Menurut Fahri, tidak ada manusia yang tidak punya salah di dunia ini. Tapi tidak semua kesalahan dapat dikatakan sebagai kejahatan.
"Kalau anda cari orang yang nggak pernah salah dalam hidupnya ya nggak ada," kata Fahri.
Sabtu (17/9/2016), KPK secara resmi menetapkan Irman Gusman sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait surat rekomendasi kepada Bulog untuk penambahan kuota impor gula di Sumatera Barat Tahun 2016.
Selain Irman, KPK juga menetapkan dua orang lain sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Keduanya adalah Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto, dan istri Xaveriandy, Memi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Dukung Asta Cita Prabowo Subianto, Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Melek Ketahanan Pangan
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut