Suara.com - Calon petahana wakil gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan menjadi koordinator dari tim pemenangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot pada Pilkada Jakarta yang akan berlangsung Februari 2017.
"Kami tugasnya adalah mengkoordinasikan seluruh potensi yang ada di partai politik. Sedangkan relawan mungkin akan dikoordinasikan di Teman Ahok," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (22/9/2016).
Djarot menyatakan setelah PDI Perjuangan mengusung Ahok-Djarot, struktur tim pemenangan calon petahana akan dirombak ulang. Sebelumnya, Nusron Wahid dipilih sebagai ketua tim pemenangan pada Pilkada Jakarta 2017.
"Belum, nanti kita akan atur (tim pemenangan)," kata Djarot.
Mantan Wali Kota Blitar ini menerangkan, nantinya akan ada dua tim pemenangan Ahok-Djarot, pertama ketua tim pemenangan khusus di internal PDI Perjuangan, dan yang kedua ketua tim pemenangan dari seluruh partai pengusung dan relawan.
"Jadi ada dua tim. Satu di internal partai kami, dan kemudian tim gabungan antar partai. Nanti yang didaftarkan di KPU cuma satu. Itu yang gabungan. Yang internal hanya untuk kita," kata Djarot.
Lanjut Djarot, yang seharusnya menjadi ketua tim pemenangan adalah kader PDI Perjuangan. Sebagai partai pengusung, jumlah kursi PDI Perjuangan di DKI Jakarta mencapai 28, sedangkan Hanura 10 kursi, Golkar sembilan kursi. Sedangkan Nasdem hanya 5 kursi.
"Kalau (bicara) layak, sebetulnya PDIP. Karena PDIP kan punya jumlah suara yang lebih besar dari mereka," ujar Djarot
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos