Ketua Majelis Hakim Kisworo menunda sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin hingga pada Rabu (28/9/2016) depan. Sidang nantinya akan dillanjutkan dengan pemeriksaan Jessica Kumala Wongso sebagai terdakwa.
"Kita sudahi pemeriksaan hari ini. Sidang ditunda hingga Rabu tanggal 28 September 2016 dengan agenda pemeriksaan terdakwa," kata Hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2016) dini hari.
Sebelum mengetuk palu tanda untuk menutup sidang. Hakim Kisworo memerintahkan jaksa penuntut umum untuk bsia menghadirkan Jessica di sidang berikutnya.
"Dengan acara pemeriksaan terdakwa, maka diperintahkan untuk jaksa menghadirkan di sidang tersebut. Sidang ditutup," kata Hakim Kisworo.
Dalam sidang ke-25 ini, jaksa telah membacakan keterangan kesaksian mantan atasan Jessica di perusahaan New South Wales Ambulance, Australia, Kristie Louise Carter. Alasan jaksa membacakan keterangan Kristie lantaran yang bersangkutan berhalangan hadir di persidangan karena jarak dan waktu.
Jaksa juga sempat menghadirkan polisi dari New South Wales, Australia John Jesus Torres sebagai saksi. Dalam kesaksianya, John membeberkan 14 catatan kriminal di Australia yang melibatkan Jessica.
Di awal persidangan, tim kuasa hukum Jessica juga telah menghadirkan ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia Mudzakkir sebagai saksi ahli. Sidamg ini merupakan kesempatan terakhri bagi jaksa dan tim kuasa hukum Jessica menghadirkan saksi dan ahli.
Berita Terkait
-
Jaksa Sampaikan Keterangan Bekas Atasan Jessica di Australia
-
Ini Catatan Kriminal yang Melibatkan Jessica di Australia
-
Mantan Pacar Sempat Ketakutan dengan Perubahan Perilaku Jessica
-
Polisi Australia Temukan Surat Bunuh Diri Jessica, Ini Isinya
-
Jessica Diduga Pernah Teror Teman Wanitanya di Australia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT