Suara.com - Kebanyakan outlet makanan di negara mayoritas Muslim, Malaysia harus mengubah nama kudapan hotdog. Sebab jika tidak, makanan dengan nama hotdog tidak akan lolos sertifikasi halal.
Keputusan tersebut juga berlaku untuk makanan yang berhubungan dengan kata dog atau anjing. Menurut otoritas lembaga agama di Malaysia, nama tersebut buruk di media sosial karena dijadikan simbol ejekan.
"Apa (halal) produk yang membuat konsumen bingung? Kita harus berubah," kata Sirajuddin Suhaimee, direktur divisi halal dari Departemen Pembangunan Islam.
"Dalam Islam, anjing dianggap haram dan nama itu tidak akan mendapatkan sertifikasi halal," lanjut dia.
Banyak PKL dan restoran halal menjual hotdog di Malaysia. Sirajuddin mengatakan pemeriksaan akan dilakukan kepada outlet tersebut. Mereka harus membuat sertifikasi halal.
Salah satu gerai yang banyak menjual hotdog adalah Bibi Anne. Bibi Anne memiliki 45 outlet di Malaysia dan rencananya akan memperluas penjualanya. Kepada AFP, ia tidak keberatan untuk mengubah nama pretzel hotdog-nya.
"Ini masalah kecil. Kami baik-baik saja dengan mengubah nama dan masih berjualan," kata Farhatul Kamilah Mohamed Sazali, seorang eksekutif di Bibi Anne Malaysia.
Malaysia telah lama mempraktikkan bentuk moderat dari Islam, tetapi sikap konservatif masih meningkat. (AFP)
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Banjir Jakarta: Pramono Sebut Sebagian Sudah Surut, BPBD Ungkap 14 RT Masih Terendam 80 Cm
-
Menteri Trenggono Ikut Presiden ke London dan Davos Sebelum Pingsan, Tapi Besok Sudah Ngantor
-
KPK Bongkar Skema Pemerasan Caperdes Pati, Bupati Sudewo Ditaksir Bisa Kantongi Rp50 Miliar
-
Kronologi Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Suara Debam Bikin Riuh
-
Soal Sengketa Tanah Jimbaran, Ombudsman RI Sebut BPN Bali Patuhi Rekomendasi
-
Oknum TNI AL Mabuk dan Aniaya Warga Talaud, Masyarakat Geram Hingga Kapal Rusak Parah
-
Momen Wamen Didit Ambil Alih Posisi Inspektur Saat Menteri Trenggono Pingsan di Podium
-
Seskab Teddy Bongkar Isi Pertemuan 2,5 Jam Prabowo-Macron, Selaraskan Isu Global di Meja Makan
-
Penyebab Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Wamen Didit Ungkap Kondisinya
-
Update Terkini ASN Pindah ke IKN Nusantara, Tahap Awal Mulai Dilaksanakan?