Sekitar 75.000 anak bisa mati jika tidak mendapat bantuan karena krisis kelaparan yang melanda wilayah bekas benteng kelompok Boko Haram di Nigeria timur laut. Pernyataan ini diungkapkan oleh badan Perserikatan Bangsa-bangsa yang mengurusi anak-anak, Kamis (29/9/2016).
Sudah 15.000 orang kehilangan nyawa dan dua juta lainnya terpaksa mengungsi selama masa pemberontakan tujuh tahun yang dilancarkan kelompok bersenjata itu.
Boko Haram berhasil didepak keluar dari wilayah yang mereka duduki di hutan luas Sambisa di timur laut dalam beberapa bulan terakhir ini.
PBB telah mengeluarkan desakan kepada militer Nigeria untuk mendamping para petugas pemberi bantuan yang berupaya menjangkau daerah yang dilanda krisis kelaparan. Krisis itu diperburuk karena lonjakan harga makanan serta kelangkaan cadangan dari musim panen sebelumnya.
"Sebanyak 75.000 anak itu berada di tiga negara bagian, yakni Borno, Yobe dan Adamawa," kata juru bicara UNICEF Patrick Rose mengenai jumlah anak di daerah-daerah itu yang kemungkinan bisa mati dalam setahun mendatang.
Badan tersebut mengatakan 400.000 anak balita akan mengalami kekurangan gizi yang sangat parah di wilayah-wilayah itu, yang mendapat dampak paling buruk dari aksi pemberontakan.
Lebih dari empat juta orang, kata UNICEF, juga menghadapi kerawanan pangan yang sangat buruk di kawasan tersebut.
UNICEF mengatakan pihaknya telah meningkatkan jumlah permintaan bantuan dari 55 juta dolar AS (Rp714 miliar) menjadi 115 juta dolar (Rp1,49 triliun).
Dana tersebut akan digunakan untuk membantu anak-anak yang mengalami malnutrisi di wilayah itu, yang sudah hampir kehabisan pangan.
UNICEF mengatakan bahwa sejauh ini dana sumbangan yang sudah diterima pihaknya baru sebesar 28 juta dolar (Rp363 miliar). (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Usai Bertemu KPK, Wamen ESDM Akui Diminta Tetapkan Standar Produk Impor
-
Airlangga Hartarto Bahas Perpres Pembelian Energi dan Pesawat di KPK
-
Kejagung Akui Telah Periksa Eks Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman di Kasus Izin Tambang
-
Terpengaruh Film Porno! Dua Pelajar Ditangkap Usai Begal Payudara Siswi SMP di Kembangan
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
-
Insiden Mobil Patwal Senggol Warga di Tol Tomang, Kakorlantas: Sudah Ditangani!
-
Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul
-
WALHI Sebut Negara Gagal Lindungi Rakyat dan Ruang Hidup Korban Bencana
-
Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra