Suara.com - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) DKI Jakarta periode 2017-2022, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, bertemu dengan para bhiksu di Vihara Avalokiteshvara, Mangga Besar, Jakarta Barat, Rabu (19/10/2016) pagi.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang deklarasi dukungan etnis Tionghoa kepada Agus dan Sylvi. Deklarasi mengangkat tema "Menitipkan Kebhinekaan Jakarta pada Agus Yudhoyono".
"Saya mendapatkan pesan dari para suhu, bhiksu, bahwa mereka menitipkan kebhinekaan DKI Jakarta kepada kami berdua," kata Agus di Vihara Avalokiteshvara, Mangga Besar, Jakarta Barat, Rabu (19/10/2016).
Menurut Agus, pesan para bhiksu tersebut merupakan semangat bahwa Indonesia, khususnya Jakarta, merupakan (wilayah dengan) masyarakat plural dan majemuk.
"Ada kelompok mayoritas dan minoritas. Harapan baru bagi teman-teman, bagi Jakarta yang lebih baik, aman, nyaman untuk semua elemen masyarakat, termasuk para sahabat dan juga saudara masyarakat Budha dan Tionghoa," ujar Agus.
Agus pun berjanji, jika terpilih sebagai gubernur pada 15 Februari 2017 mendatang, ia dan Sylvi akan melaksanakan apa yang menjadi esensi dari pesan para bhiksu tersebut.
"Yang menjadi harapan besar disampaikan ke kami berdua, Insya Allah, jika kami mendapatkan amanah, itu yang akan kami jalankan," kata Agus.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
-
KPK Bakal Panggil Pihak Terkait Kasus Bank BJB, Termasuk Aura Kasih?
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
Terkini
-
Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi
-
Arief Hidayat ke Adies Kadir: Kita Harus Pertanggungjawabkan Kepada Tuhan, Tidak Bisa Seenaknya
-
Dapat Teror Karangan Bunga Berisi Intimidasi, Dokter Oky Pratama Lapor Polda Metro Jaya
-
KPK Gelar OTT Senyap di Kalsel, Siapa yang Terjaring di KPP Banjarmasin?
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Jabatan Bergilir atau Prestasi Diplomatik?
-
Bursa Calon Ketua OJK Memanas: Misbakhun Buka Suara Soal Isu Gantikan Mahendra Siregar
-
Gayus Lumbuun Bongkar Jalur Hukum Ijazah Jokowi: Harus ke PTUN, Bukan Ranah Pidana
-
Geger! Bom Molotov Dilempar ke Sekolah di Kubu Raya
-
Prabowo 'Hardik' Negara Besar Soal Pembantaian, Pakar UMY Ungkap Target Spesifik di Baliknya!
-
Mahfud MD Soroti Kekerasan Aparat: Reformasi Polri Diserukan, Brutalitas Masih Terjadi