Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab mengajukan diri menjadi saksi ahli kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Saudara Habib Rizieq Shihab menghendaki jadi saksi ahli, silakan saja," kata Tito di silang Monas, Jakarta, Rabu (2/11/2016).
Menurut informasi yang diterima Tito, Rizieq akan mendatangi Bareskrim Polri untuk memberikan keterangan pada Kamis (3/11/2017) besok.
"Kan informasinya hari Kamis mau datang. Didengar keterangannya silakan," kata dia.
Tito mengatakan penyidik mengakomodir semua keterangan dari para saksi.
"Kita juga akan tampung akomodir di Bareskrim. Saya kira gitu ya," kata Tito.
Gelar perkara
Gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok akan dilakukan setelah polisi selesai memeriksa sepuluh saksi lagi.
"Ada 15 saksi, sepuluh saksi ahli, ada lima orang saksi ahli yang belum terlaksana," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di acara diskusi dengan topik Apakah penistaan Agama? di Hotel Ambhara, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2016).
Saksi ahli berasal dari berbagai bidang, di antaranya agama, hukum pidana, dan bahasa.
Untuk saksi pelapor, kata Boy, telah dimintai keterangan.
"Ada 15 saksi selain saksi ahli yang sudah kita periksa. Nanti, kita proses berdasarkan fakta-fakta yang disampaikan oleh saksi-saksi itu, bukan fakta yang disampaikan oleh penyidik," kata Boy.
Boy meminta masyarakat sabar dan jangan mengintervensi polisi dalam menangani kasus ini.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terlakana, mudah-mudahan setelah semuanya lengkap nanti bisa diputuskan supaya dilakukan gelar perkara. Masih ada kekurangan termasuk saksi ahli.Tidak ada intervensi, sepenuhnya urusan penyidik, penyidik kan harus menemukan alat buktinya, tidak ada intevensi dari siapa pun termasuk internal juga," kata Boy.
Berita Terkait
-
Gelaran Reuni Akbar 212 di Monas
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
5 Fakta Panas Bentrok Berdarah di Ceramah Rizieq Shihab yang Sebabkan 15 Orang Terkapar
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025