News / Metropolitan
Jum'at, 11 November 2016 | 10:23 WIB
Jalan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat [suara.com/Welly Hidayat]

Calon gubernur Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belum ada rencana blusukan dan kampanye di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ahok tak mau mencari gara-gara di markas Front Pembela Islam.

"Untuk apa ke markas dia (FPI) kalau masuk satu lawan 100 itu film kungfu," ujar Ahok di kediamannya, perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016) malam.

Terkait dengan demonstrasi, Ahok mengatakan bagi yang yang tak menyukainya kembali memimpin Jakarta periode 2017-2022, lebih baik jangan memilih di pilkada 15 Februari 2017. Itu lebih baik ketimbang mengerahkan masa besar-besaran untuk melakukan unjuk rasa.

"Kita punya UUD kan? semua bukan karen itu (pengerahan massa), kita punya pilkada kita punya pilpres. Kalau gitu nggak usah pemilu dong, siapa bisa turunin massa paling banyak, dia yang menang?" kata Ahok.

Ahok mengatakan zaman kerajaan dulu memang biasa ada pengerahan massa, tetapi sekarang eranya sudah berubah.

"Kalau zaman dulu kan anak kita mau jadi raja tinggal latih fisik saja setiap hari, supaya fisik kamu terlatih. Saya kira kan kita sekarang sudah meninggalkan yang bar-bar gitu," kata Ahok. 

Load More