Suara.com - Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (Satgas PRR) melaporkan progres signifikan penanganan pascabencana di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah telah menyalurkan anggaran sebesar Rp10,65 triliun untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.
Juru Bicara Satgas PRR, Amran, dalam konferensi pers menyampaikan, seluruh dana tersebut telah diterima pemerintah daerah per 4 Mei 2026 dan siap digunakan untuk mendukung program rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Pemerintah daerah sudah menerima semua anggaran, dan hal-hal untuk mendukung kegiatan peranggulangan terkait dengan rehabilitasi dan konstruksi sudah bisa terlaksana secara maksimal di daerah,” ujar Amran, jakarta, Rabu (6/5/2026).
Selain itu, dana tunggu hunian juga telah tersalurkan 100 persen kepada masyarakat terdampak di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar. Sementara itu, pembangunan hunian sementara (huntara) telah mencapai 93 persen dari total target 20.473 unit, dengan 19.169 unit, diantaranya sudah selesai dibangun.
“Pembangunan hunian sementara telah mencapai 93 persen dari total target, dan sisanya masih dalam proses penyelesaian,” jelasnya.
Amran menambahkan, para pengungsi saat ini telah tertampung di hunian sementara dan akan dipindahkan secara bertahap ke hunian tetap (huntap).
“Para pengungsi saat ini sudah tertampung di hunian sementara dan akan bertahap dipindahkan ke hunian tetap,” katanya.
Dari sisi infrastruktur, akses jalan nasional di wilayah terdampak telah kembali terhubung 100 persen. Proses pembersihan material lumpur juga hampir rampung dengan tingkat penyelesaian mencapai 95,7 persen. Di Aceh, tersisa 27 lokasi yang masih dalam tahap pembersihan dari total 634 lokasi terdampak.
“Akses jalan nasional sudah 100 persen terhubung, dan pembersihan lumpur telah mencapai 95,7 persen,” ungkap Amran.
Baca Juga: CEO Semen Padang FC Minta Maaf, Siapkan Rencana Bangkit Pasca Degradasi ke Liga 2
Sementara itu, fasilitas umum seperti pasar dan layanan kesehatan juga menunjukkan pemulihan signifikan. Aktivitas pasar di Sumatera Barat telah pulih 100 persen, Sumatera Utara 98,2 persen, dan Aceh 89 persen. Seluruh rumah sakit dan puskesmas telah kembali beroperasi, meskipun beberapa puskesmas pembantu masih menggunakan lokasi sementara.
Amran menegaskan bahwa pemulihan secara fungsional hampir tuntas, meskipun untuk kembali sepenuhnya seperti sebelum bencana masih membutuhkan waktu.
“Pemulihan secara fungsional sudah hampir tuntas, namun untuk kembali seperti kondisi sebelum bencana membutuhkan waktu lebih panjang,” jelasnya.
Satgas PRR menargetkan pembangunan hunian tetap dan infrastruktur utama dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu hingga satu setengah tahun ke depan. Untuk memastikan percepatan berjalan sesuai rencana, monitoring dilakukan secara rutin setiap minggu oleh tim di lapangan.
“Satgas PRR melakukan monitoring setiap minggu untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana,” pungkas Amran. ***
Berita Terkait
-
CEO Semen Padang FC Minta Maaf, Siapkan Rencana Bangkit Pasca Degradasi ke Liga 2
-
Satgas PRR Tuntaskan Huntara di Sumut dan Sumbar, Pembangunan Huntap Kian Dipercepat
-
LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun