Suara.com - Ketua DPP Gerindra Sodik Mujahid mengatakan aksi demonstrasi yang akan dilakukan pada 2 Desember lalu dipicu oleh pernyataan Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang adanya bayaran untuk para pendemo yang beraksi, Jumat (4/11/2016).
"Ini yang menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk turun lagi ke jalan," kata Sodik dihubungi, Jakarta, Jumat (18/11/2016).
Dia pun mengimbau kepada umat islam dan masyarakat supaya tidak terprovokasi oleh pancingan Ahok. Menurutnya, untuk menanggapi pernyataan Ahok itu bisa diselesaikan secara hukum.
"Jadi jika bisa diselesaikan secara hukum, maka tempuhlah jalur hukum, termasuk fitnah Ahok tentang demo bayaran," ujar dia.
Sejak Ahok diproses secara hukum dan ditetapakan sebagai tersangka, Sodik menerangkan, tidak perlu ada lagi aksi susulan, baik tanggal 25 November atau 2 Desember.
"Kegiatan yang perlu dilakukan adalah mengawsl proses hukum agar independen, bebas intervensi penguasa dan mengakomodasi rasa keadilan masysarakat," tutur Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan ABC, Ahok menuduh pengkritiknya korupsi dan mengatakan, protes massa Muslim garis keras pada 4 November 2016 itu bermuatan politik. Dia juga menuduh massa menerima uang Rp 500 ribu untuk ikut demo.
"Saya harus pergi ke pengadilan untuk membuktikan ini adalah politik dan bukan (persoalan) hukum," katanya kepada ABC.
Namun, Ahok tidak menjelaskan, sosok yang mendanai aksi demonstrasi terbesar yang berujung pada kericuhan tersebut.
"Saya tidak tahu, kita tidak tahu, tapi saya percaya Presiden (Jokowi) tahu dari intelijen, saya percaya mereka tahu," katanya.
"Hal ini tidak mudah (mengungkap pendana demo), Anda mengirim lebih dari 100 ribu orang, sebagian besar dari mereka (pendemo), jika Anda melihat berita itu, mereka mengatakan mereka mendapat uang Rp 500 ribu," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi