Calon Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mendapatkan sambutan dari sejumlah warga saat melakukan
Menurut survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia, dibandingkan yang sering salat di masjid, segmen masyarakat religius, kemudian masyarakat yang kurang atau tidak pernah salat lima waktu di masjid, adalah yang paling banyak meninggalkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat jika Ahok menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama.
"Sebelum Ahok ditetapkan sebagai tersangka dukungan sebanyak 23,40 persen, dan setelah Ahok ditetapkan menjadi tersangka, dukungan menjadi 6,6 persen. Ada penurunan sebesar 16,80 persen," ujar Adrian ketika merilis hasil survei di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2016).
Ini merupakan hasil survei periode 31 Oktober sampai 5 November 2016. Survei memang dilaksanakan jauh sebelum Ahok ditetapkan menjadi tersangka. Ahok menjadi tersangka pada Rabu (16/11/2016). Salah satu pertanyaan yang dilontarkan kepada responden ketika itu adalah "jika Ahok menjadi tersangka."
Adrian menambahkan penurunan dukungan kepada Ahok dan Djarot juga terjadi pada segmen yang kurang sering atau tidak pernah membaca Al Quran di rumah.
"Dukungan Ahok-Djarot turun yang awalnya sebesar 29,20 persen menjadi 9,5 persen. Ada pengurangan sebanyak 19,7 persen," tuturnya.
Survei tersebut dilakukan secara tatap muka dengan melibatkan 440 responden di Jakarta dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun margin error plus minus 4,8 persen. Survei juga dilakukan dengan kualitatif riset, seperti focus group discussion, media analisis, dan indepth interview.
Sebelumnya, Adrian menuturkan bahwa dalam hasil survei tersebut, dukungan terhadap Ahok merosot tajam dari 24,6 persen menjadi 10,6 persen.
"Pasca penetapan tersangka dukungan terhadap Ahok, elektabilitas Ahok-Djarot turun tajam 10,6 persen. Ahok ditinggalkan 60 persen," kata Adrian.
Padahal, kata Adrian, sebelum ditetapkan menjadi tersangka, elektabilitas Ahok dan Djarot sebanyak 24,6 persen.
Menurut survei LSI, situasinya berbanding terbalik dengan dua pasangan lawan Ahok-Djarot, yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno serta Agus Harimurti dan Sylviana Murni.
"Sebelum Ahok ditetapkan sebagai tersangka, elektabilitas Anies-Sandi sebesar 20 persen, namun setelah Ahok ditetapkan menjadi tersangka elektabilitas keduanya meningkat menjadi 31,9 persen," kata Adrian.
Sedangkan pasangan Agus-Sylviana, sebelum Ahok menjadi tersangka, elektabilitas mereka 20,9 persen dan setelah Ahok menjadi tersangka, naik menjadi 30,9 persen.Ahok-Djarot
"Sebelum Ahok ditetapkan sebagai tersangka dukungan sebanyak 23,40 persen, dan setelah Ahok ditetapkan menjadi tersangka, dukungan menjadi 6,6 persen. Ada penurunan sebesar 16,80 persen," ujar Adrian ketika merilis hasil survei di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2016).
Ini merupakan hasil survei periode 31 Oktober sampai 5 November 2016. Survei memang dilaksanakan jauh sebelum Ahok ditetapkan menjadi tersangka. Ahok menjadi tersangka pada Rabu (16/11/2016). Salah satu pertanyaan yang dilontarkan kepada responden ketika itu adalah "jika Ahok menjadi tersangka."
Adrian menambahkan penurunan dukungan kepada Ahok dan Djarot juga terjadi pada segmen yang kurang sering atau tidak pernah membaca Al Quran di rumah.
"Dukungan Ahok-Djarot turun yang awalnya sebesar 29,20 persen menjadi 9,5 persen. Ada pengurangan sebanyak 19,7 persen," tuturnya.
Survei tersebut dilakukan secara tatap muka dengan melibatkan 440 responden di Jakarta dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun margin error plus minus 4,8 persen. Survei juga dilakukan dengan kualitatif riset, seperti focus group discussion, media analisis, dan indepth interview.
Sebelumnya, Adrian menuturkan bahwa dalam hasil survei tersebut, dukungan terhadap Ahok merosot tajam dari 24,6 persen menjadi 10,6 persen.
"Pasca penetapan tersangka dukungan terhadap Ahok, elektabilitas Ahok-Djarot turun tajam 10,6 persen. Ahok ditinggalkan 60 persen," kata Adrian.
Padahal, kata Adrian, sebelum ditetapkan menjadi tersangka, elektabilitas Ahok dan Djarot sebanyak 24,6 persen.
Menurut survei LSI, situasinya berbanding terbalik dengan dua pasangan lawan Ahok-Djarot, yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno serta Agus Harimurti dan Sylviana Murni.
"Sebelum Ahok ditetapkan sebagai tersangka, elektabilitas Anies-Sandi sebesar 20 persen, namun setelah Ahok ditetapkan menjadi tersangka elektabilitas keduanya meningkat menjadi 31,9 persen," kata Adrian.
Sedangkan pasangan Agus-Sylviana, sebelum Ahok menjadi tersangka, elektabilitas mereka 20,9 persen dan setelah Ahok menjadi tersangka, naik menjadi 30,9 persen.Ahok-Djarot
Komentar
Berita Terkait
-
Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!
-
Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?