Suara.com - Komplotan begal menyerang anggota Polsek Arcamanik Brigadir Yudi dengan golok hingga menyebabkan luka, saat akan ditangkap di kawasan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/11) malam.
"Brigadir Yudi mengalami ruka robek di telapak tangan sebelah kanan dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Ujung Berung sebanyak delapan jahitan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus melalui telepon seluler, Minggu.
Ia menuturkan, peristiwa itu bermula ketika Brigadir Yudi, anggota Unit Sabhara Polsek Arcamanik melihat pelaku sedang merampas telepon seluler milik seorang anak kecil di Jalan Perluasan Arcamanik, Sukamiskin, Sabtu (26/11) sekitar pukul 21.00 WIB.
"Brigadir Yudi melihat pelaku sedang merampas HP milik korban anak kecil yang sedang nongkrong dengan mengaku-ngaku sebagai anggota polisi lalu lintas," kata Yusri.
Selanjutnya Brigadir Yudi menhampiri pembegal itu, tetapi pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Beat.
Anggota tersebut lalu mengejarnya menggunakan sepeda motor hingga akhirnya berhasil menghentikan laju sepeda motor pelaku.
Namun saat akan ditangkap, seorang pembegal mengeluarkan golok di pinggangnya lalu menebaskan kepada anggota kepolisian tersebut dan mengenai telapak tangan hingga akhirnya pelaku terlepas.
"Brigadir Yudi sempat melakukan penembakan ke arah pelaku sebanyak lima kali, namun pelaku berhasil melarikan diri ke arah Cisaranten Kulon dengan menggunakan sepeda motor," katanya.
Selanjutnya Brigadir Yudi yang mengalami luka pada tangan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Tindakan kepolisian selanjutnya melakukan pengembangan dan mencari para pelaku begal yang diduga mengalami luka tembakan.
"Tindakan kepolisian melakukan pengecekan pelaku yang diduga kena tembakan itu," katanya pula. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut
-
Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
-
Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026