Suara.com - Polsek Percut Sei Tuan masih menahan PG (55) oknum Guru SMP Negeri 29 Tembung, karena diduga menganiaya korban Fosma boru Gultom (41) pedagang pakaian warga Jalan Bersam Desa Lau Dendang, Kabupaten Deli Serdang. Hal ini dibenarkan Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato.
Namun, menurut dia, belum ada menerima laporan penangguhan tahanan atas tersangka PG.
"Tersangka oknum PNS tersebut, memang ada kita amankan, tapi kalau masalah penangguhan tidak ada, dan kalau belum ada perdamaian dengan korban," ujar Kompol Lesman, Kamis (25/8/2016).
Sementara, korban Fosma br Gultom (41) sudah beberapa kali mendatangi Mapolsek Percut Sei Tuan untuk menanyakan apakah benar tersangka PG (55) pelaku penganiyaan tersebut akan ditangguhkan penahanannya.
Sebab, menurut Fosma, mendapat laporan kalau tersangka merupakan sebagai pengajar di SMP Negri 29 Tembung tersebut, sudah mengupayakan pihak keluarganya dan pihak sekolah tempatnya mengajar, untuk mengurus penangguhan penahanannya di Polsek Percut.
"Rupanya informasi tersebut benar, dan sudah saya tanyakan kepada penyidik Aiptu Heni Wijaya.Dan pelaku tersebut mau ditangguhkan," ujarnya.
Ia mengatakan, pelaku ditangguhkan atas jaminan pihak SMP Negeri 29 yang sebelumnya sudah datang ke Polsek. Setelah memastikan kepada pihak kepolisian, dengan tegas korban menolaknya dan berjanji akan melaporkan ke Propam bila Polsek Percut menangguhkan tersangka tanpa adanya permohonan maaf dan perdamaian dari korban.
"Apalagi, korban dan keluarga merasa sakit hati, lantaran sudah difitnah dan dianiaya oleh pelaku dihadapan orang banyak," kata Fosma. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional