Suara.com - Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mendukung penyelenggaraan doa bersama lintas agama dalam acara apel bersama Nusantara Bersatu yang akan digelar di Lapangan Timika Indah pada Rabu (30/11/2016).
"Sebagai warga negara yang baik, kami sangat mendukung kegiatan itu. Apa pun keyakinan dan agama kita, tentu doa bersama ini sangat penting untuk memohon keselamatan bagi bangsa dan negara kita agar dijauhkan dari segala potensi perpecahan dan konflik," kata Ketua FKUB Mimika Ignatius Adii, di Timika, seperti dilaporkan Antara, Senin (28/11).
Ignatius mengatakan doa bersama lintas agama akan dipimpin oleh para pemuka agama dari lima agama yang berada di Mimika.
"Kalau kita takut akan Tuhan dan mencintai NKRI, maka kehidupan bersama antarumat beragama di Mimika maupun di Indonesia harus kita jaga dan pelihara bersama," ujarnya.
Ignatius meminta semua pemeluk agama di Mimika agar terus menjaga keharmonisan dan kedamaian tanpa memandang status sosial dan latar belakang masing-masing.
FKUB Mimika menilai berbagai pergolakan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini akibat sentimen keagamaan, tidak berpengaruh sampai di Mimika.
"Dari pantauan kami hal itu tidak berpengaruh sampai di Mimika, dan kita berharap kondisi-kondisi yang terjadi di daerah lain tidak sampai di Mimika. Kita semua mau hidup aman, mau hidup damai," ujarnya lagi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika Utler Adrianus juga menyambut positif adanya doa bersama para tokoh lintas agama di wilayah itu, sehingga dapat memberikan kesejukan dan ketenangan kepada warga setempat.
Utler mengimbau warga Mimika bersikap dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Air akhir-akhir ini.
"Meskipun kita prihatin dengan berbagai kejadian di luar sana, tapi jangan sampai kita terprovokasi. Semua pihak harus tetap menjaga kerukunan dan toleransi, mengingat Kabupaten Mimika merupakan salah satu sampel dari kerukunan umat beragama di Papua termasuk di Indonesia," katanya.
Tokoh masyarakat Pasundan Jawa Barat Hj Dede mengakui keharmonisan kehidupan umat beragama di Mimika.
Selama 40 tahun bermukim di Kota Timika, Hj Dede mengatakan daerah itu tidak pernah sekali pun bermasalah soal perbedaan keyakinan warganya.
"Di Timika tidak pernah terjadi gontok-gontokkan antarpemeluk agama. Kalau lebaran, pemuda gereja yang datang menjaga masjid. Demikian pun sebaliknya kalau Natal pemuda dan remaja masjid yang datang menjaga gereja," ujar Hj Dede lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito
-
Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah
-
USS Tripoli Tiba di Timur Tengah Bawa Ribuan Marinir Saat Isu Serangan Darat ke Iran Memanas
-
Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan
-
Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan
-
MBG Disalurkan Lima Hari Sekolah
-
Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun
-
Meninggal Dunia, Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Disemayamkan di Kemenhan Hari Ini
-
Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela