Suara.com - Pengacara Ratna Sarumpaet, Habiburohkman, menceritakan peristiwa penangkapan terhadap Ratna yang dilakukan anggota Polda Metro Jaya pada Jumat (2/12/2016) sekitar jam 05.00 WIB. Ratna yang kemudian ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan makar itu ditangkap menjelang aksi damai 2 Desember yang berlangsung di lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
"Jadi gini saya ditelepon pagi-pagi jam 05.00 tanggal dua itu, saya mau ikut salat di Monas itu adanya penangkapan terhadap Ratna Sarumpaet, waktu saya ke Sari Pan Pacific sampai setengah enam memang ada banyak polisi di sana dikepung," kata Habiburokhman di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016).
Ketika itu, Ratna ditangkap bersama calon wakil bupati Bekasi Ahmad Dhani di hotel yang sama, Sari Pan Pasific, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat.
Habiburokhman mengatakan sebelum Ratna dan Dhani digelandang ke Polda Metro Jaya, Habiburokhman mencoba bernegosiasi dengan polisi.
Namun, negosiasi tidak membuahkan hasil. Ratna dan Dhani tetap dibawa ke Markas Korps Brimob, Kepala Dua, Depok.
Habiburokhman yang merupakan Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Advokasi kemudian mengikuti iringan-iringan mobil polisi yang membawa Ratna dan Dhani.
"Iring-iringan mobilnya, mobil polisi membawa Ratna, mobil polisi membawa Ahmad Dhani, mobil saya di belakang ternyata nggak ke Polda belok masuk tol saya kejar masuk tol ternyata ke Mako Brimob di Mako Brimob," kata dia.
Saat itu, Habiburokhman juga mendapat kabar delapan tokoh lainnya ditangkap polisi dengan tuduhan usaha makar.
"Sudah dengar ada delapan orang di Mako Brimob. Tempatnya (pemeriksan) dipisah-pisah karena ada bintang ada Kivlan Zein ada Rahma, Adityawarman," kata Habiburokhman.
Habiburokhman mengaku heran dengan sangkaan polisi tersebut. Dia meyakini tokoh-tokoh yang diamankan tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya.
"Sebetulnya orang-orang ini juga belum tentu memiliki relasi satu sama lain dalam konteks tujuan makar. Kenapa diantara mereka banyak yang tidak saling kenal atau hanya kenal di media tidak ada kedekatan tidak punya nomor handphone dan lain sebagainya seperti Ahmad Dhani tidak punya nomor telepon Kivlan jadi kita bingung kalau tuduhan makar dikatakan," katanya.
Habiburokham juga mempertanyakan penangkapan terhadap Jamran dan Rizal Kobar yang kemudian dikenakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
"Apalagi dua orang yang UU ITE itu lebih nggak nyambung lagi karena mereka juga nggak kenal sama orang-orang ini," kata dia.
Tadinya polisi hanya menangkap 10 orang, tetapi belakangan bertambah satu orang lagi berinisial AF.
Tiga tokoh yang ditahan setelah dijadikan tersangka yaitu Sri Bintang Pamungkas, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara Jamran, dan Ketua Komando Barisan Rakyat Rizal Izal. Sedangkan tujuh tersangka lainnya yang dibebaskan yaitu Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo, mantan anggota staf ahli Panglima TNI Brigadir Jenderal (purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Kivlan Zein, aktivis Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputri, tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz, dan aktivis Ratna Sarumpaet. Serta calon wakil bupati Bekasi Ahmad Dhani yang dikenakan dengan pasal dugaan penghinaan Presiden juga dibebaskan.
Berita Terkait
-
Maia Estianty Singgung Ketenaran Gara-Gara Bikin Sensasi, Warganet Ramai Bawa Nama Mulan Jameela
-
Ahmad Dhani Ultah ke-54, Al Ghazali: Terima Kasih Jadi Sosok Kuat dan Sabar
-
Ahmad Dhani Ngaku Buaya Darat, Ingat Lagi Ucapan Mulan Jameela Pernah Puluhan Kali Diselingkuhi
-
Ahmad Dhani Batal Ceraikan Mulan Jameela
-
Air Mata Al Ghazali Bikin Ahmad Dhani Batal Ceraikan Mulan Jameela
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung
-
Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!
-
Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!
-
IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut
-
Digembleng dengan Intensitas Tinggi di Bali, Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan di Piala AFF 2026
-
AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!
-
Mengapa Produk 'Tanpa Bahan Kimia' Kini Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan
-
Prediksi Pencetak Gol Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
-
Perseteruan Wakil Rakyat, Polda Riau Turun Tangan Periksa CCTV