- Pada 2 Maret 2026, Iran meluncurkan rudal ke kantor PM Israel, sementara Israel membalas hantam Fasilitas Nuklir Natanz.
- Hizbullah resmi bergabung dalam konflik, mengakhiri gencatan senjata Lebanon, sementara Israel mengklaim hancurkan aset militer Iran.
- Konflik ini menyebabkan terhentinya pengiriman minyak Selat Hormuz dan Laut Merah, memicu krisis logistik global signifikan.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Senin (2/3/2026).
Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal "kejutan" yang menyasar kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta lokasi persembunyian komandan Angkatan Udara Israel.
Hingga berita ini diturunkan, pihak IRGC menyatakan bahwa nasib Benjamin Netanyahu masih "tidak jelas" pasca-serangan tersebut.
Meski demikian, pemerintah Israel belum memberikan konfirmasi resmi terkait kondisi sang Perdana Menteri maupun klaim hancurnya kantor pusat pemerintahan di Tel Aviv.
Sementara, Reuters melaporkan, koalisi Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah melancarkan serangan udara yang melumpuhkan salah satu aset paling berharga milik Iran: Fasilitas Nuklir Natanz.
Duta Besar Iran untuk badan pengawas nuklir PBB (IAEA), Reza Najafi, mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut dihantam rudal dalam operasi militer gabungan.
"Kemarin, mereka kembali menyerang fasilitas nuklir Iran yang damai dan berada di bawah pengawasan," tegas Najafi di hadapan 35 negara anggota dewan gubernur IAEA.
Kepala IAEA, Rafael Grossi, menggambarkan situasi ini sebagai kondisi yang "sangat mengkhawatirkan" dan memperingatkan risiko kebocoran atau eskalasi nuklir yang lebih luas akibat kerusakan fisik pada situs-situs sensitif tersebut.
Gencatan senjata rapuh yang bertahan selama setahun di perbatasan Lebanon kini resmi berakhir.
Baca Juga: Donald Trump Klaim AS Tenggelamkan 9 Kapal Perang Iran, Markas Angkatan Laut Hancur Lebur!
Kelompok Hizbullah, yang merupakan sekutu utama Iran, secara resmi bergabung dalam peperangan dan terlibat dalam aksi saling serang dengan militer Israel sejak Senin dini hari. Ledakan hebat dilaporkan mengguncang pinggiran kota Beirut.
Militer Israel mengeklaim telah menghancurkan:
- Peluncur rudal dan sistem pertahanan udara Iran.
- Markas besar pemerintahan dan pusat komando militer Teheran.
- Setidaknya satu kapal perang Iran yang dilaporkan tenggelam di perairan Teluk.
Sementara itu, pasukan Amerika Serikat di bawah perintah Donald Trump fokus pada penghancuran fasilitas rudal balistik serta markas utama Garda Revolusi Iran.
Dampak perang ini kian meluas ke sektor ekonomi dan logistik global:
- Krisis Maritim: Sebuah kapal tanker minyak bernama Skylight dilaporkan terbakar di lepas pantai Oman setelah menjadi target serangan Iran terhadap kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS dan Inggris.
- Stabilitas Energi: Arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan Laut Merah praktis terhenti total, memicu lonjakan harga energi di seluruh dunia.
- Insiden Udara: Di Kuwait, sebuah kecelakaan pesawat militer dilaporkan terjadi, meski seluruh awak dikabarkan berhasil selamat.
Saat ini, Iran dijalankan oleh komite transisi sementara hingga Majelis Ahli memilih pengganti mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Di tengah ketidakpastian kepemimpinan di kedua belah pihak, dunia kini menanti apakah konflik ini akan berujung pada perang terbuka yang tak terkendali atau adanya intervensi diplomatik internasional.
Berita Terkait
-
Kisah Pelarian Dramatis Eks Barcelona, Tempuh Jalur Darat 16 Jam untuk Keluar dari Iran
-
Iran Dibombardir AS-Israel, Ali Daei: Negara Saya Terbakar, Saya Berharap Saya Mati
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual