Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono. (suara.com/Agung Shandy Lesmana)
Pihak kepolisian masih mendalami peran para tersangka dugaan makar guna mengungkap tokoh utama yang disebut-sebut mendanai rencana makar. Dari 8 tokoh yang diduga makar, salah satu yang masih didalami perannya oleh penyidik Polda Metro Jaya yakni Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein.
"Pendanaan masih didalami belum dapat perkembangan dari penyidik," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (14/12/2016).
Namun, Argo mengaku belum bisa menyimpulkan ketika disinggung apakah peran Firza berkaitan dengan keluarga Cendana atau bukan. Sebab, kata dia, penyidik masih menelusuri pihak-pihak tertentu yang berada di belakang Firza.
"Belum tahu dia (Firza) orangnya siapa. Belum dapat konfirmasi. Yang terpenting penyidik bekerja mencari informasi," kata dia.
Selain itu, Argo juga menyebutkan alasan penyidik tidak menahan Firza karena yang bersangkutan dianggap kooperatif selama menjalani proses penyidikan.
"Ya masih kooperatif, tidak melarikan diri, (tidak) menghilangkan barang bukti. Alasan penyidik itu," kata Argo.
Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu juga menyampaikan penyidik juga akan kembali memeriksa Firza dalam waktu dekat. Namun, Argo belum mengetahui mengenai jadwal pemeriksaan tersebut
"Semuanya itu akan kita kroscek kembali. Penyidik perlu mendapatkan keterangannya. Nanti akan saya kroscek dulu kapan dipanggilnya," kata Argo.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal