Suara.com - Beredar isu, sebelum diciduk polisi di kediamannya pada hari Jumat (2/12/2016) dini hari karena diduga melakukan perbuatan makar, Sri Bintang Pamungkas sudah melayangkan surat permintaan sidang istimewa ke DPR dan MPR. Namun hal itu dibantah Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Demokrat Agus Hermanto.
Menurut Agus, hingga saat ini pihaknya belum menerima sepucuk surat pun dari Sri Bintang, terkait permintaan sidang istimewa.
"Saya belum menerima surat tersebut, bisa saja mungkin nanti dicek di sekertariat Jendral. Tapi memang sampai saat ini kami belum menerima surat dari Bapak Sri Bintang Pamungkas tersebut," katanya di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Dia mengungkapkan bahwa ia selalu tiba di kantornya pagi hari dan pulang setelah sore hari. Namun, dirinya sama sekali belum menerima surat apapun dari Sri Bintang.
"Belum (belum ada surat), kemarin juga kan hadir, datang pagi juga begini. Bahkan, saya pulang sore dan belum ada konfirmasi yang disampaikan kepada saya tentang surat dari Pak Sri Bintang Pamungkas," ujar Agus.
Menurutnya, siapa saja berhak menyampaikan aspirasi ke DPR dan MPR. Kedua lembaga itu pun berhak menindaklanjuti aspirasi yang datang dari rakyat. Namun, ia tetap bersikukuh bahwa pihaknya belum menerima surat dari Sri Bintang.
"MPR, DPR inikan merupakan Wakil Rakyat, jadi siapapun dapat menyampaikan aspirasinya kepada baik DPR maupun MPR. Kami tentunya sebagai Wakil Rakyat harus menindak lanjuti permasalahan tersebut, tentunya sebatas kemampuan ataupun sebatas kenangan daripada kami seluruhnya," tutur Agus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora