Suara.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Sandiaga Uno menjelaskan, teknis realisasi 200 ribu wirausaha baru di Jakarta yang ia telah janjikan. Hal itu untuk menanggapi komentar-komentar pesimistis dari beberapa pihak, terutama pihak lawan politiknya.
Sandiaga menjelaskan bahwasanya ia telah menetapkan target untuk setiap kecamatan di Jakarta. Katanya, satu kecamatan akan ada 4 hingga 5 ribu UMKM pengusaha baru. Bukan hanya itu, pihaknya juga akan melakukan konversi besar-besaran para pengusaha gurem menjadi pengusaha menengah hingga pengusaha besar.
"Maka dari itu kami akan melakukan mentoring dan pendampingan berupa pelatihan untuk mereka," kata Sandiaga saat berkunjung ke kawasan Matraman, Jakarta, Minggu (18/12/2016).
Sandiaga melanjutkan, target per kecamatan tersebut akan terkumpul hingga tercapai angka 200 ribu wirausahawan baru dalam kurun waktu lima tahun.
Hal itu, tambah pasangan Anies Baswedan itu, akan didukung dengan program OKE OCE, yaitu one kecamatan one entrepreneur center yang akan mengupgrade pengusaha baru melalui beragam pelatihan.
Sementara itu, mengenai bidang pelatihan dan pengembangan kewiraushaan itu, kata Sandiaga, akan berkaitan dengan bisnis online, kerajinan, fashion serta masih banyak lagi.
"Saya pernah menemukan perajin sepatu yang kwalitasnya nggak kalah dengan eropa," kata Sandiaga.
Sandiaga berharap agar bisnis di tiap kecamatan mencapai pasar internasional. Menurutnya, target itu sangat masuk akal untuk direalisasikan. Ia mengaku sudah melihat beberapa aktivitas pegiat UMKM di beberapa kecamatan di Jakarta. Katanya, semua itu tinggal diorganisir kemudian digerakkan.
"Kami juga akan terus memantau tiap tahunnya, baik secara langsung maupun online," tutup Sandiga.
Baca Juga: Ungkap Dua Hal Ini, Kasus Antasari Azhar Bisa Terbongkar
Berita Terkait
-
Gaya Anies Berbeda Saat Nonton Final AFF di Thailand Malam Ini
-
Dua Kali Tolak Debat di TV, Kesiapan Agus 'SBY' Diragukan
-
Bila Menang, Ini Janji Sandiaga untuk Anak Berkebutuhan Khusus
-
Sandiaga Janji Sumbangkan Gajinya sebagai Wagub ke Orang Miskin
-
Menangkan Anies-Sandiaga, Prabowo Segera Turun Gunung
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu