Praktisi hukum Andi Syafrani dalam diskusi bertajuk Benarkah Ahok Menista Agama? yang diselenggarakan Relawan Matahari Jakarta di Kafe Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016). [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Praktisi hukum Andi Syafrani menyebut dua hal yang harus diungkapkan pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam perkara dugaan penodaan agama.
"Pertama apa yang Ahok sampaikan itu bersifat faktual dan fakta ini yang belum terelaborasi dan terbuktikan. Pernyataan tersebut sesuai fakta dan perlu dibuktikan. Ini menurut saya satu hal disampaikan perlu diungkapkan kuasa hukum (Ahok)," ujar Andi dalam diskusi bertajuk Benarkah Ahok Menista Agama? yang diselenggarakan Relawan Matahari Jakarta di Kafe Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016).
Andi menilai pernyataan Ahok merupakan cerminan dari pilkada sebelumnya bahwa banyak lawan politik Ahok yang memakai ayat suci untuk kampanye politik.
"Ini yang perlu dibuktikan. Apa buktinya? Refleksi dia bukan hanya di DKI, tapi pengalaman sebelumnya. Pengalaman yang sebelumnya, aspek yang mendukung, yang disampaikan adalah fakta. Nah ini aspek yang perlu didiskusikan, apakah benar ada kelompok-kelompok tertentu yang menggunakan surat Al-Maidah ayat 1 dalam kampanye politik. Maksud saya ini yang perlu dibuktikan, "kata dia.
Kedua, kata Andi, pengacara harus menjelaskan bahwa pernyataan tentang Al Maidah yang diucapkan Ahok dilakukan dengan hati-hati.
"Apa yang disampaikan Pak Ahok, cukup hati-hati. Apakah kata-kata yang disampaikan Ahok di dalam pernyataannya tidak ada maksud untuk menistakan agama. Saya kira dan saya lihat Ahok sudah sangat hati-hati," kata dia.
Menurut Andi, Ahok memang sudah lama diincar lawan politik. Lawan politi mencari celah untuk menyerang Ahok.
"Ini menjadi sesuatu yang bisa dipahami publik. Sudah lama diincar lawan politiknya (Ahok), agar terperosok," kata Andi.
"Kalau ini bola salju, ini udah sebesar apa. Kalau merasa tersinggung, masyarakat pulau seribu duluan. Harus tercerahkan dan tercerdaskan apa yang disampaikan Pak Ahok," Ahok menambahkan.
"Pertama apa yang Ahok sampaikan itu bersifat faktual dan fakta ini yang belum terelaborasi dan terbuktikan. Pernyataan tersebut sesuai fakta dan perlu dibuktikan. Ini menurut saya satu hal disampaikan perlu diungkapkan kuasa hukum (Ahok)," ujar Andi dalam diskusi bertajuk Benarkah Ahok Menista Agama? yang diselenggarakan Relawan Matahari Jakarta di Kafe Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016).
Andi menilai pernyataan Ahok merupakan cerminan dari pilkada sebelumnya bahwa banyak lawan politik Ahok yang memakai ayat suci untuk kampanye politik.
"Ini yang perlu dibuktikan. Apa buktinya? Refleksi dia bukan hanya di DKI, tapi pengalaman sebelumnya. Pengalaman yang sebelumnya, aspek yang mendukung, yang disampaikan adalah fakta. Nah ini aspek yang perlu didiskusikan, apakah benar ada kelompok-kelompok tertentu yang menggunakan surat Al-Maidah ayat 1 dalam kampanye politik. Maksud saya ini yang perlu dibuktikan, "kata dia.
Kedua, kata Andi, pengacara harus menjelaskan bahwa pernyataan tentang Al Maidah yang diucapkan Ahok dilakukan dengan hati-hati.
"Apa yang disampaikan Pak Ahok, cukup hati-hati. Apakah kata-kata yang disampaikan Ahok di dalam pernyataannya tidak ada maksud untuk menistakan agama. Saya kira dan saya lihat Ahok sudah sangat hati-hati," kata dia.
Menurut Andi, Ahok memang sudah lama diincar lawan politik. Lawan politi mencari celah untuk menyerang Ahok.
"Ini menjadi sesuatu yang bisa dipahami publik. Sudah lama diincar lawan politiknya (Ahok), agar terperosok," kata Andi.
"Kalau ini bola salju, ini udah sebesar apa. Kalau merasa tersinggung, masyarakat pulau seribu duluan. Harus tercerahkan dan tercerdaskan apa yang disampaikan Pak Ahok," Ahok menambahkan.
Komentar
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
Pandji Pragiwaksono Diperiksa 8 Jam, Diperlihatkan Penyidik Potongan Mens Rea Hasil Bajakan
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis