Dewan Keamanan PBB pada Senin dengan suara bulat meminta para pejabat Perserikatan Bangsa-bangsa dan berbagai pihak lainnya untuk mengawasi evakuasi warga dari kantong terakhir pemberontak di Aleppo.
Dewan juga menyerukan agar keamanan warga sipil yang masih berada di kota Suriah itu diamati.
Kelima belas negara anggota Dewan Keamanan akhirnya dapat menjembatani perpecahan di antara mereka untuk mengesahkan resolusi rancangan Prancis.
Resolusi tersebut meminta para pejabat dan pihak-pihak lainnya "untuk melakukan pengawasan yang memadai dan netral serta mengamati secara langsung proses evakuasi." Sebelummnya di kalangan Dewan Keamanan, sekutu Suriah --Rusia dan China, memiliki sikap berseberangan dengan negara-negara Barat soal konflik Suriah.
Penguasaan kembali Aleppo oleh pemerintah Suriah, yang merupakan kemenangan terbesar Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang hampir enam tahun, telah membuat orang terjebak di benteng terakhir pemberontak di wilayah timur kota tersebut.
Sementara itu, PBB dan negara-negara kuat Barat melancarkan tuduhan bahwa pasukan pemerintah melakukan kekejaman terhadap kalangan warga sipil.
Utusan PBB untuk masalah Suriah, Staffan de Mistura, pada Senin (19/12/2016) mengumumkan bahwa ia berniat menyelenggarakan perundingan perdamaian di Jenewa pada 8 Februari.
Pada Senin, sudah ribuan orang yang dievakuasi dari Aleppo.
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power, mengatakan negaranya berharap bahwa keberadaan para pemantau di lapangan bisa mencegah terjadinya kejahatan terhadap warga sipil pada saat mereka meninggalkan Aleppo atau terhadap mereka yang memilih tetap tinggal di kota itu.
PBB mengatakan pihaknya memiliki lebih dari 100 orang, sebagian besar adalah staf berkebangsaan Suriah, yang siap untuk memantau bersama-sama dengan para petugas dari Komite Internasional Palang Merah.
Dewan Keamanan mencapai kesepakatan soal isi rancangan resolusi pada Minggu setelah perundingan berlangsung selama beberapa jam.
Rusia sebelumnya berniat menggunakan hak veto (menolak) terhadap rancangan asli terkait kekhawatiran soal mengirim pemantau-pemantau yang tidak siap menuju "puing-puing Aleppo timur," kata Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin.
Rusia menginginkan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengatur pengamanan bagi para pemantau PBB untuk memasuki Aleppo timur "di dalam koordinasi" dengan pihak-pihak yang tertarik, yaitu pemerintah Suriah.
Dewan Keamanan setuju bahwa pengaturan akan dilakukan "berdasarkan pembicaraan" dengan para pihak yang tertarik. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar