Suara.com - Sebanyak 75 bus memasuki Aleppo Timur di Suriah Utara pada Minggu (18/12/2016) untuk mengungsikan sisa gerilyawan, sehari setelah dilanjutkannya pengungsian yang dibekukan.
Seorang sumber dari militer menyebut bus mengungsikan sisa gerilyawan dan keluarga mereka melalui Jalan Ramouseh menuju pinggiran barat-daya Aleppo, daerah yang dikuasai gerilyawan.
Sementara itu, beberapa bus memasuki Kota Kecil Syiah Kafraya dan Foa di pinggir Provinsi Idlib di bagian barat-laut Suriah pada Sabtu malam. Semua bus ini mengungsikan sebanyak 1.200 penganut Syiah yang dikepung oleh gerilyawan, demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta pada Minggu malam.
Pemeluk Syiah tersebut dijadwalkan meninggalkan Idlib secara berbarengan dengan pengungsian gerilyawan dari Aleppo pada Ahad, sebagai bagian dari kesepakatan Turki-Rusia.
Pengungsian gerilyawan dan keluarga mereka dimulai pada Kamis (15/12/2016). Lebih dari 8.000 orang sudah pergi menuju pinggiran barat Aleppo.
Pengungsian itu dilakukan setelah militer Suriah merebut kembali 99 persen daerah yang dikuasai gerilyawan di Aleppo, setelah serangan besar.
Akibat serangan itu, 80.000 orang menyelamatkan diri dari Aleppo Timur menuju daerah yang dikuasai pemerintah di Aleppo Barat. Sementara gerilyawan dan keluarga mereka termasuk di dalam kesepakatan antara Rusia dan Turki. Sebab Moskow berunding atas nama Pemerintah Suriah, sedangkan Ankara berunding buat gerilyawan.
Namun proses pengungsian dibekukan pada Jumat karena banyak alasan.
Salah satu alasan utama ialah gerilyawan di Idlib gagal mengizinkan warga sipil di kedua kota kecil Syiah pro-pemerintah pergi berbarengan dengan pengungsian gerilyawan dari Aleppo Timur.
Pada Sabtu, satu sumber militer mengatakan dilanjutkannya pengungsian gerilyawan dari sisa kubu terakhir mereka di bagian timur Aleppo direncanakan segera dilakukan. Pasalnya, gerilyawan setuju untuk mematuhi janji mereka sebelumnya, antara lain mengizinkan warga sipil keluar dari kota kecil Syiah.
Kesepakatan tersebut dirancang untuk mengungsikan 15.000 orang, termasuk 4.000 gerilyawan.
Dengan pengungsian gerilyawan terakhir dari Aleppo Timur, militer Suriah akan menguasai seluruh kota itu, kemenangan yang dipandang sebagai penulisan babak baru sejarah, sebagaimana dikatakan Presiden Bashar al-Assad belum lama ini. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
3 Jam Bareng 22 Pengusaha APINDO di Hambalang, Prabowo Tekankan Penciptaan Lapangan Kerja
-
Respons KPK Soal 'Negara Menyuap Negara' di Kasus Suap PN Depok: Ada Niat Jahat yang Bertemu
-
Dua Rumah di Jalan Bangka Ludes Terbakar Subuh Tadi
-
Pertarungan di Senayan: Menghapus Ambang Batas Parlemen Demi Suara Rakyat atau Stabilitas Politik?
-
Fraksi PSI Kritik Pemprov DKI: Subsidi Pangan Sulit Diakses, Stunting Masih Tinggi
-
Dharma Pongrekun Kritik Respons Pemerintah soal Virus Nipah: Hanya Mengikuti Alarm Global!
-
Bongkar Sindikat Narkoba di Jakarta, Polisi Sita 450 Ekstasi dan 66,5 Gram Sabu
-
Green Media Network Dideklarasikan, Pers Bersatu untuk Isu Lingkungan
-
Eksekusi Hotel Sultan Tinggal Menghitung Hari, Karyawan dan Penyewa Diminta Tenang
-
Soal Pembangunan Gedung MUI di Bundaran HI, Golkar: Itu Kebutuhan Strategis, Bukan Kemewahan