Suara.com - Rumah almarhum Dodi Triono, korban perampokan yang dilakukan oleh Ramlan Butarbutar cs masih terlihat ramai, tidak sepi dari kunjungan warga yang penasaran. Sejak ditemukannya Dodi bersama 10 orang lain yang menjadi korban penyekapan pada Selasa (27/12/2016) lalu, rumah tersebut terus mengundang antusias warga, termasuk yang sekadar ingin tahu.
Rumah yang terletak di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Jakarta Timur, tersebut hingga hari ini, Minggu (1/1), masih terlihat dipasangi garis polisi. Ini berarti bahwa untuk sementara rumah tersebut masih tidak boleh dimasuki siapa pun tanpa izin dari polisi.
Pantauan Suara.com, beberapa personel polisi masih berjaga-jaga di depan rumah itu. Sementara warga yang penasaran juga terlihat berkerumun di depan rumah. Beberapa karangan bunga yang bertuliskan ucapan duka cita juga terlihat tersender di pagar rumah.
Seperti diketahui, di rumah itulah almarhum Dodi bersama 10 orang lainnya menjadi korban kebengisan Ramlan bersama kawan-kawannya. Dodi bersama putrinya Diona Arika Andra Putri, Dianita Gemma Dzalfayla dan Zanette Kalila Azaria, Amel (teman Gemma), Yanto, Tasrok, Emi, Santi, Fitriani dan Windy, disekap di dalam sebuah kamar mandi berukuran 1,5 × 1,5 meter persegi.
Dodi bersama dua orang anaknya, yakni Diona dan Gemma, serta Amel (teman Gemma), juga Yanto dan Tasrok (sopir), ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Sementara Zanette (anak kedua Dodi), bersama Emi, Santi, Fitriani dan Windy, selamat dari peristiwa tersebut. Korban yang selamat hingga saat ini masih dalam perawatan medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
Terkini
-
Implementasi Pembatasan Ekspor Batu Bara Bikin Ekonomi Sektor Tambang Jeblok, BPS Ungkap Angkanya
-
Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
-
Dorong Digitalisasi PAD Gowa, BRI Hadirkan Integrasi Sistem Pembayaran Lewat BRIAPI
-
Waspada! Modus Baru Judi Online Pakai QRIS, Deposit Rp5.000 Sasar Anak-anak
-
Geledah Kantor Imigrasi Jakpus dan Jaksel, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura Terkait Kasus Silmy Karim
-
BPS: Pengangguran Sumsel Naik Jadi 3,60 Persen, Pertanian Tetap Serap Terbanyak
-
M3GAN: Perpaduan Unik Horor Fiksi Ilmiah dan Komedi Satire yang Cerdas!
-
Hakim Kabulkan 5 Saksi, Nadiem Optimistis Menang Banding
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Kita Tak Kekurangan Program Lingkungan, Kita Kekurangan Kebiasaan