Suara.com - Panggilan informasi terkait anak yang tersesat di dalam tempat wisata Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, cukup banyak di hari libur tahun baru, Minggu (1/1/2017).
Berdasarkan pantauan di pusat informasi, petugas tidak henti-hentinya menginformasikan melalui pengeras suara terkait berita anak tersesat.
Anak-anak yang tersesat dikumpulkan di pusat informasi, kemudian nama serta ciri-cirinya didata melalui sejumlah kertas, untuk kemudian diinformasikan kepada keluarganya melalui pengeras suara.
Lantaran jumlah anak yang tersesat cukup banyak, maka informasi diberikan secara satu per satu. Petugas tampak sibuk menginformasikan keberadaan anak-anak yang tersesat ini.
Selain anak tersesat, Kantor Pusat Informasi Ragunan juga disesaki puluhan orang dewasa yang terpisah dari rombongannya dan mencoba mendaftarkan diri di pusat informasi agar keberadaannya diinformasikan melalui pengeras suara.
Ada pula yang igin melaporkan kehilangan barang berharganya seperti dompet, tas hingga kunci kendaraan.
Kondisi di dalam tempat wisata Ragunan saat ini masih disesaki pengunjung.
Di pintu masuk Barat Ragunan, pengunjung menyesaki loket penjualan tiket masuk pejalan kaki. Pengunjung yang malas mengantre membeli tiket akhirnya mengelar tikar untuk berkumpul bersama keluarga di depan pintu loket.
Menurut Kepala Humas Ragunan Wahyudi Bambang hingga pukul 13.00 WIB, jumlah pengunjung Ragunan mencapai 101.055 jiwa. Mereka datang dengan sejumlah kendaraan yakni bus tercatat 84 buah, mobil pribadi 3.563 buah, serta sepeda motor 10.831.
"Jumlah pengunjung diperkirakan terus bertambah hingga sore hari nanti," ujar Bambang.
Bambang meminta seluruh pengunjung menjaga anak-anaknya agar tidak tersesat, serta menjaga barang-barang pribadinya. (Antara)
Berita Terkait
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Mau Gratis Naik MRT sampai Masuk Ragunan? Catat Dua Tanggal Ini
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Heboh Ultah Komu! Saat 41 Ribu Orang Rela Antre Demi Lihat Gorila Pemetik Kelapa di Ragunan
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK