Suara.com - Pengadilan Negeri Jakarta Utara akan kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada hari ini, Selasa (3/1/2017). Kali ini, sidang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Agenda sidang yakni pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU).
Ketua tim penasihat hukum terdakwa, Trimoelja D Soerjadi, mengatakan ada enam saksi yang nantinya akan dimintai keterangannya oleh majelis hakim. Saksi-saksi tersebut merupakan pihak yang melaporkan Ahok terkait dugaan penodaan agama.
"Yang dipanggil hanya 6 orang saja. Sebenarnya ada 14 laporan polisi terhadap Pak Ahok tapi yang di dalam berkas dan masuk hanya 12 pelapor, yang dipanggil ada 6 orang," kata Trimoelja saat dikonfirmasi wartawan.
Menurutnya, sejatinya ada 14 laporan yang sebelumnya diterima kepolisian yang menyoal pidato Ahok di Kepulauan Seribu mengutip surat Al Maidah ayat 51. Namun, kata dia, yang masuk dalam berkas perkara di kejaksaan hanya 12 pelapor. Dia juga mengatakan, 12 pelapor tersebut bukan warga Kepulauan Seribu.
"Sebenarnya ada 14 laporan polisi terhadap Pak Ahok tapi yang di dalam berkas dan masuk hanya 12 pelapor, Yang menarik ada 12 saksi pelapor, tidak ada satu pun yang dari pulau seribu. Ada banyak pelapornya, yang kami ketahui dari 12 orang," katanya.
Trimoelja mengatakan, pihaknya tidak membuat persiapan khusus untuk sidang pemeriksaan saksi. Namun, menurutnya pihaknya akan menyoroti keterangan para saksi yang dihadirkan di persidangan.
"Tergantung nanti perkembangan di sidang, tentu JPU dulu yang bertanya, tergantung majelis juga, kadang-kadang majelis aktif dan langsung bertanya. Jadi kami nanti hanya kroscek saja, menanyai, klarifikasi, mungkin nanti ada keterangan saksi yang kami anggap kontradiktif, nanti diperdalam," katanya.
Dia pun mengaku tidak bisa menebak-nebak berapa lama waktu sidang tersebut. Sebab, kata dia, itu tergantung banyaknya pertanyaan yang akan disampaikan jaksa, majelis hakim dan tim penasihat hukum, serta keterangan para saksi di persidangan.
"Tergantung ya, apakah lama atau tidaknya, itu sulit diprediksi, biasanya melihat perkembangan di persidangan, nanti diperdalam atau tidak, bisa lama bisa sebentar," kata Trimoelja.
Dia memastikan, jika persidangan nantinya berjalan lama maka, Ahok yang maju sebagai calon gubernur Jakarta nomor urut satu itu kemungkinan tidak akan bisa melaksanakan kampanye ke pemukiman warga.
"Iya enggak bisa (kampanye), sampai pemeriksaan saksi nggak bisa kampanye, selama persidangan terdakwa harus hadir," kata dia.
Rencananya, sidang yang akan dipimpin ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto akan digelar pada pukul 09.00 WIB.
Berita Terkait
-
Kesaksian Ahok Ungkap Borok Tata Kelola Pertamina 20132024, Pengamat Desak Kejaksaan Lakukan Ini
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
-
Tak Semua Minyak Dalam Negeri Bisa Diolah, Ahok: Peningkatan Impor Bukan Penyimpangan
-
5 Poin Geger Kesaksian Ahok: Heran Kekuatan Riza Chalid, Sentil Menteri BUMN
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan