Suara.com - Spanduk organisasi massa (ormas) FPI mulai bertebaran di jembatan penyeberangan orang di kawasan Jakarta untuk mendukung salah satu calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.
Dalam spanduk juga terpampang muka pimpinan FPI, Rizieq Shihab dengan bertuliskan "Mari jihad bersama FPI dukung Agus-Sylvi" tersebut.
Menanggapi hal tersebut Sekretaris Jenderal Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam DKI Jakarta Novel Bamukmin mengatakan mengenai spanduk pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu.
"Saya telusuri dulu ya. Kabarnya juga baru tadi pagi. Kita juga belum ada rapat belum ada koordinasi apapun," kata Novel kepada suara.com, Rabu (4/1/2017).
Menurut Novel, FPI belum ada sama sekali menyatakan sikap untuk mendukung salah satu calon gubernur DKI Jakarta.
"Nggak ada. Kebijakan dewan pimpinan daerah juga setahu saya enggak ada. Membahas saja atau pun menyinggung saja nggak (dukungan salah satu calon)," ujar Novel.
Selanjutnya mengenai adanya oknum mengatasnamakan FPI, yang tidak bertanggungjawab. Nantinya pihaknya akan melakukan proses hukum.
"Ya kita lihat kalau itu bukan prosedur FPI kebijakan FPI ya kita akan proses. Nah prosesnya ini bagaimana atau suruh orang cukup minta maaf atau diproses secara hukum," kata Novel.
Baca Juga: Kisah Habib Novel, dari Fitsa Hats sampai Bisa Naik Haji
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?