Suara.com - Mantan atlet binaraga nasional yang kini jadi praktisi kebugaran, Ade Rai, mengaku tidak aneh dengan kabar doping yang membelit atlet binaraga yang tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat lalu.
Dari 12 atlet PON XIX/2016 yang dinyatakan positif doping berdasarkan pemeriksaan urine di National Dope Testing Laboratory (NDTL), India, delapan di antaranya adalah binaragawan.
"Itu bukan sesuatu yang mengagetkan, karena binaraga memang cabang olahraga yang paling banyak menyalahgunakan obat, bukan cuma di Indonesia tetapi juga di tingkat internasional," tutur Ade seperti dikutip dari Antara, Selasa (10/1/2017).
Di Indonesia, lanjut pria yang bernama asli I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai itu, mengungkapkan kejuaraan binaraga baik yang diadakan oleh Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) maupun federasi binaraga lain, hampir tidak pernah memberlakukan uji doping pada atlet yang berpartisipasi.
Belum adanya peraturan ketat inilah yang memungkinkan atlet melakukan tindakan yang tidak sportif. Akibatnya, atlet bebas saja menggunakan obat-obat terlarang untuk membentuk ototnya.
"Ini menjadi tugas dan tanggung jawab PABBSI. Setelah adanya atlet positif doping di PON. PABBSI harus mengadakan uji doping di semua turnamen yang diselenggarakannya," ujar pemenang "Musclemania World" tahun 1996 tersebut.
PABBSI, menurut Ade, mesti berani menegakkan aturan demi menghasilkan atlet binaraga yang berprestasi secara jujur dan benar-benar hasil dari kerja keras.
Selain itu, hukuman bagi atlet positif doping diharapkannya juga diperberat, selain mengembalikan medali dan dilarang tampil dalam rentang beberapa tahun, juga diwajibkan memulangkan bonus serta seluruh gaji yang diterima selama persiapan kompetisi.
Adapun pada, Senin (9/1/2017) lalu, Ketua Umum PON dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengumumkan bahwa ada 12 atlet PON XIX/2016 dan dua atlet Peparnas XV/2016 Jawa Barat positif doping berdasarkan hasil pemeriksaan NDTL.
Baca Juga: Ibra Menangi Gugatan Atas Kasus Pencemaran Nama Baik
setelah dilakukan pemeriksaan urine di National Dope Testing Laboratory, India.
Para atlet tersebut merupakan peraih medali emas, perak dan pemecah rekor nasional. Sebanyak 12 atlet PON yang positif doping berasal dari cabang olahraga binaraga (delapan atlet), berkuda (satu atlet), angkat berat (satu atlet) dan menembak (dua atlet).
Sementara atlet Peparnas positif doping berasal dari cabang olahraga atletik dan tenis meja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan