Suara.com - Alumnus Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Andreas Sanjaya (27) dan lima rekannya menghibahkan aplikasi permainan untuk mendukung sosialisasi program kerja pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Aplikasi "Aksi Bersama" yang akan diluncurkan pada 15 Januari 2017 dan secara gratis dapat diunduh oleh pengguna telepon selular Android maupun iOS, diciptakan Andreas dan lima rekannya sebagai media permainan yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan tentang Ibu Kota bagi para generasi muda.
"Dalam game itu pengguna akan diajak untuk bersama-sama membangun Jakarta, sebuah konsep mutual yang bisa menggerakkan kaum muda agar 'concern' terhadap pilkada dan sekaligus membantu program kerja pak Anies-Sandi tersampaikan dengan baik," kata Andreas saat ditemui usai Urun Rembuk Cagub DKI yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) di Jakarta, Selasa malam (10/1/2017).
Ide pembuatan aplikasi permainan ini muncul dari keresahan Andreas dan kawan-kawannya yang menilai bahwa generasi muda cenderung malas melihat konten yang berat seperti berita di televisi, surat kabar, maupun media daring, sementara perhatian dan kontribusi mereka bagi pembangunan Jakarta sangat diperlukan.
"Kami ingin menanamkan wawasan tentang Jakarta dan mengenalkan program Anies-Sandi dengan pendekatan yang sangat 'soft', tidak intrusif, dan tidak mengganggu pengguna," katanya.
Aplikasi permainan yang dibuat dalam waktu satu bulan itu mendapat apresiasi dari Anies Baswedan karena dianggap dapat menjadi sarana untuk menjangkau suara para pemilih muda dan pemula.
"Insya Allah akan membuat teman-teman muda lebih bisa memahami apa yang kami kerjakan. Pemilih muda itu penting sehingga cara menjangkau mereka melalui medium yang tepat juga penting," ungkap cagub nomor urut 3 itu.
Sebelumnya, permainan telepon selular Android dengan karakter utama mirip calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono telah lebih dahulu beredar.
Permainan bertajuk "AyoJakarta2017" yang bisa diunduh secara gratis melalui "Google Play Store" itu menampilkan karakter mirip Agus Yudhoyono berpakaian kaos hitam berada di tengah Kota Jakarta.
Baca Juga: Ahok Emosi di Sidang: Saudara Tak Membaca Semua Buku
Karakter itu dibuat sedang memegang sebuah pistol. Tiba-tiba ada bola-bola bertuliskan berbagai masalah ibu kota seperti banjir, kriminalitas, kemiskinan dan kesenjangan, berjatuhan dari langit.
Para pemain diminta mengarahkan karakter itu untuk menembaki bola-bola itu sebelum bola-bola itu jatuh menyentuh gedung-gedung di Jakart. Pemain harus menembak bola sebanyak-banyaknya dengan tepat sasaran.
Menurut Juru bicara Agus Yudhoyono, Rico Rustombi, permainan tersebut kemungkinan besar dibuat oleh relawan Agus. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!