Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa pemerintah masih membahas Rancangan Undang-undang Pemilu bersama Panja DPR. Sampai saat ini belum menghasilkan keputusan.
"Masih dibahas di Panjan, merangkum masukan-masukan teman-teman Fraksi dan ada persandingan tim dari Pemerintah. Jadi kami diskusi mana yang terbaik," kata Tjahjo di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/1/2017).
Mengenai prihal beberapa partai politik yang menginginkan presidentiial threshold (ambang batas pengajuan presiden) 0 persen, Tjahjo merespon secara diplomatis. Dia menuturkan, semua masukan akan ditampung untuk dipertimbangkan.
"Prinsipnya arahan Bapak Presiden, aspirasi partai politik, fraksi dan aspirasi masyarakat harus ditampung. Supaya RUU ini menghasilkan UU yang mendukung proses Pileg, Pilpres yang lebih demokratis," ujar dia.
Dia meyakini, perbedaan pandangan Pemerintah dengan beberapa Fraksi di DPR dalam pembahasan RUU Pemilu tersebut akan menghasilkan titik temu yang diambil secara musyawarah dan mufakat.
"Pasti akan ada titik temu, akan diadakan musyawarah mufakat," tutur dia.
Dia menambahkan, RUU Pemilu ini ditargetkan pada Mei mendatang sudah rampung dan menghasilkan Undang-undang.
"Kalau nggak salah Mei (selesai). Saya kira ngggak ada masalah, hanya mau dipilah per-cluster saja, mana yang substansial, mana yang sudah diputuskan MK (Mahkamah Konstitusi), mana yang merupakan masukan-masukan baru," tandas dia.
Baca Juga: Mendagri Nilai Bela Negara Jadi Kebutuhan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget
-
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK
-
Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh
-
Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina
-
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
-
Setelah Hancurkan Patung Yesus Kini Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria
-
Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak