Suara.com - Ketika diperiksa penyidik Polda Jawa Barat sebagai saksi terlapor, pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab, mengaku tidak pernah melakukan tindakan penodaan terhadap Pancasila dan dia juga tidak mengakui keaslian video ceramahnya yang menjadi barang bukti.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto mengatakan sikap Rizieq tidak akan mempengaruhi proses penanganan kasus dugaan dugaan penistaan Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden Sukarno yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri.
"Namun itu tidak mempengaruhi kelanjutan penyidikannya. Nanti di pengadilan, hakim akan menguak, menguji dan mengungkapkan tentang apa saja yang masih dipermasalahkan oleh pihak-pihak," kata Rikwanto, Jumat (13/1/2017).
Menurut Rikwanto sikap tidak mau mengakui seperti yang ditunjukkan Rizieq merupakan hal yang wajar.
"Itu biasa terjadi, penolakan terhadap barang bukti yang ada walaupun sudah di uji labfor, dan itu dibolehkan dalam proses penyidikan," katanya.
Rikwanto menambahkan bisa saja nanti hasil berita acara pemeriksaan di kepolisian dicabut di dalam persidangan.
"Sebuah BAP yang sudah ditandatangani juga ditarik kembali oleh yang diperiksa didalam sebuah persidangan," kata Rikwanto.
Rizieq diperiksa penyidik Polda Jawa Barat pada Kamis (12/1/2017) sekitar enam setengah jam. Dia mendapatkan 22 pertanyaan dari penyidik.
Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan menilai Rizieq kurang kooperatif.
"Yang bersangkutan bersikap kurang kooperatif. Isi dari barang bukti video yang kami tunjukkan tidak diakui. Alasannya, video itu hasil editan dengan durasi lebih kurang dua menit karena yang bersangkutan merasa memberi ceramah sekitar satu jam, kata Anton.
Anton mengatakan hal itu tidak menjadi masalah bagi penyidik. Sebab, kata dia, penyidik tidak mencari pengakuan, melainkan pembuktikan.
Setelah memeriksa Rizieq, penyidik akan mengonfrontasi dengan saksi yang lain.
Rizieq terancam dikenakan Pasal 154 dan 310 KUHP tentang penghinaan terhadap simbol negara dan pencemaran nama baik. Ancaman hukuman pasal tersebut masing-masing maksimal empat tahun dan sembilan bulan penjara.
Berita Terkait
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek