News / Nasional
Senin, 09 Maret 2026 | 16:21 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Habib Rizieq Shihab, dalam pertemuan tahun 2025. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Mensesneg Prasetyo Hadi bertemu Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat.
  • Pertemuan tertutup tersebut beragendakan diskusi antara perwakilan pemimpin dengan ulama, membawa pesan dukungan FPI kepada Presiden.
  • Habib Rizieq menitipkan pesan kepada Presiden Prabowo melalui utusan agar Indonesia keluar dari Board of Peace Donald Trump.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menggelar pertemuan dengan Imam Besar Front Persaudaraan Islam atau FPI, Habib Rizieq Shihab.

Pertempuan tertutup itu digelar di rumah Habib Rizieq, Petamburan, Jakarta Pusat, SAbtu (7/3) akhir pekan lalu.

Hal itu diungkapkan Aziz Yanuar, Pengacara Habib Rizieq Shihab kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

"Sabtu siang bertemunya. Itu bukan agenda khusus, hanya silaturahmi dan diskusi," kata Aziz.

Dia menjelaskan, konteks pertemuan itu ialah Dasco dan Prasetyo Hadi mewakili umaro atau pemimpin yang ingin berdiskusi dengan ulama, yakni Habib Rizieq.

Ada sejumlah pesan Habib Rizieq untuk Presiden Prabowo Subianto yang dititipkan kepada Dasco maupun Prasetyo.

"Intinya, Habib Rizieq dan FPI akan mendukung yang baik dan benar. Sementara kalau ada yang kurang baik, kami akan ingatkan, dikoreksi," tuturnya.

Habib Rizieq sebenarnya diundang Presiden Prabowo untuk buka puasa bersama di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3) malam.

Namun, Habib Rizieq berhalangan hadir dan diwakili oleh Sekretaris Majelis Syura DPP FPI Habib Hanif Alatas.

Baca Juga: Rakernas Gekrafs Diinterupsi, Dasco Ajak Peserta Doakan Vidi Aldiano: Dia Pejuang Ekonomi Kreatif

"Beliau berhalangan datang. Tapi tadi kami titipkan surat ke presiden, bahwa kami meminta Indonesia keluar dari Board of Peace bentukan Donald Trump. Kami percaya itikad baik presiden, tapi kami enggak percaya Amerika Serikat. Kami tidak percaya Israel," kata Habib Hanif Alatas.

Load More