Suara.com - Pimpinan FPI Rizieq Shihab merasa ada aktor intelektual yang sengaja mencari kesalahan ormasnya. Sosok aktor inteektual itu ingin Rizieq dikriminalisasi.
Tak hanya itu, ulama lain yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia juga dikriminalisasi. 'Siluman' itu mulai bergerak saat Rizieq melaporkan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas dugaan penistaan agama.
"Semenjak kami melaporkan Ahok 6 Oktober, kemudian ada Aksi Bela Islam 1, 2, dan 3, ini berbagai rekayasa ini terjadi. Fitnah-fitnah terjadi. Bahkan kami dituduh anti NKRI, anti Pancasila, anti UUD45, anti Bhineka Tunggal Ika, bahkan digiring-giring seolah-olah kami akan melakukan makar. Ini bahaya sekali," kata Rizieq di DPR, Jakarta, Selasa (17/1/2017).
Rizieq melanjutkan, ada gerakan yang sengaja warga melaporkan FPI ke polisi. Cara seperti ini, kata Rizieq membuat kondisi hukum di Indonesia tidak sehat.
"Ini seperti ada gerakan siluman yang entah siapa yang menjadi sutradara dan produsernya, tokoh-toko FPI dikriminalisasi dengan berbagai persoalan. Sehingga mereka mencari celah, mencari kesalahan, yang mendorong warga binaan mereka untuk membuat laporan," ujar dia
"Jadi tidak betul FPI, GNPF MUI berhadap-hadapan dengan nasionalis," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Menhan Soal Kasus Andrie Yunus di Peradilan Militer: Bisa Lebih Berat Hukumannya
-
Berawal dari Titip Anak, Siswi SD di Jakbar Jadi Korban Pencabulan Tetangga Selama 4 Tahun
-
Bantah Gunakan Drone Serang Gereja di Intan Jaya, TNI: Itu Aksi Provokasi Pecah Belah!
-
Jutaan Situs Diblokir tapi 200 Ribu Anak Tetap Terpapar Judol, di Mana Celah Keamanan Kita?
-
Mensos Gus Ipul Ajak Dema PTKIN se-Indonesia untuk Mensukseskan Sekolah Rakyat
-
Ketua Umum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
-
Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun
-
Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza
-
Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026