Suara.com - Israel menunda peresmian 566 pemukiman di wilayah aneksasi Palestina di sebelah timur Yerusalem. Ratusan rumah tersebut baru akan diresmikan setelah Presiden AS Donald Trump resmi berkantor di Gedung Putih.
Kepada AFP, Wakil Wali Kota Meir Turjemen mengatakan penangguhan ini atas intruksi langsung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyusul resolusi PBB yang menentang pembangunan pemukiman di sana. Peresmian yang ditunda yakni pemukiman di tiga daerah, Pisgat Zeev, Ramot, dan Ramat Shlomo.
"Peraturan berubah setelah Donald Trump menjadi presiden," katanya.
"Tangan kami tidak lagi terkungkung seperti di era Barack Obama. Akhirnya, kami berhasil membangun (pemukiman di Yerusalem)," lanjutnya.
Rencananya, Minggu (22/1/2017) waktu setempat Benjamin Neyahu dan DOnald Trump akan melakukan pembicaraan terkait pemukiman tersebut. Ini merupakan pembicaraan perdana Trump dengan Trump sejak dirinya dilantik sebagaui presiden AS.
Trump diketahui mendukung kebijakan Israel menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota. (AFP)
Berita Terkait
-
Israel Tolak Peta Jalan Damai AS Hingga Picu Kemarahan 8 Negara, Termasuk Indonesia
-
Iran Ejek Trump Sembunyi di Truk Makanan Usai Klaim Selat Hormuz
-
Donald Trump Dikabarkan Deklarasikan Selat Hormuz Masuk Wilayah Amerika Serikat
-
Donald Trump Akan Deklarasi Selat Hormuz Jadi Wilayah Amerika Serikat
-
Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi