Suara.com - Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto menegaskan tidak akan melakukan konfrontasi terhadap kebijakan Presiden baru Amerika Serikat Donald Trump. Meksiko akan tetap berdialog dengan AS.
Pena Nieto bersedia membahas perdagangan, migrasi ilegal dan aspek lain dari hubungan bilateral dengan Trump. Dia bersikeras ia akan membela kepentingan nasional Meksiko.
"Baik konfrontasi atau penyerahan: solusinya adalah dialog dan negosiasi," kata Pena Nieto dalam pidato menguraikan strateginya untuk hubungan dengan Trump.
Trump mengancam membatalkan perjanjian perdagangan internasional untuk melindungi pekerjaan AS. Trump menandatangani memo pada diri dari Trans-Pacific Partnership, sebuah pakta perdagangan utama yang diperjuangkan oleh pendahulunya Barack Obama.
Pena Nieto akan berusaha untuk menegosiasikan kesepakatan bilateral baru dengan negara-negara anggota TPP lainnya secara individu untuk melindungi kepentingan perdagangan Meksiko.
Dia menantang sumpah Trump untuk membangun dinding perbatasan untuk menghentikan migran dari Meksiko memasuki Amerika Serikat secara ilegal. Ini salah satu tema yang paling sensitif dalam kampanye pemilihan Trump.
"Meskipun Mexico mengakui hak negara berdaulat untuk menjamin keamanan sendiri, Meksiko tidak percaya pada dinding. Negara kita percaya pada jembatan," kata Pena Nieto. (AFP)
Tag
Berita Terkait
-
Donald Trump Hentikan Dana Federal untuk LSM Pendukung Aborsi
-
Efek Kebijakan Trump, Jika Produk Cina Serbu RI, Ini yang Terjadi
-
Indonesia Diminta Siap Hadapi Ekonomi Protektif AS di Era Trump
-
Donald Trump Dilantik Jadi Presiden AS, Pasar Saham Menguat
-
Total 230 Pendemo Donald Trump Terancam 10 Tahun Penjara
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara