Pengurus LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama bernama Baharuzaman (koko putih) [suara.com/Nikolaus Tolen]
Azam Khan, pengacara pengurus Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama, Baharuzaman, sudah siap menerima apapun risiko setelah melaporkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri dengan tuduhan menodai agama.
"Tidak apa-apa, itu silakan," kata Azam kepada Suara.com, Rabu (25/1/2017).
Azam mengaku heran dengan reaksi sejumlah politikus PDI Perjuangan dalam menanggapi langkah Baharuzaman yang seperti kebakaran jenggot. Padahal, laporan Baharuzaman baru diterima polisi dan masih akan didalami untuk diputuskan layak ditindaklanjuti atau tidak.
"Tapi aneh, saya nyatakan, kalau PDIP belum apa-apa mau melaporkan (balik) itu aneh. Harus diselesaikan dulu pokoknya, apakah benar ini masuk ke ranah hukum," kata dia.
Azam berharap Megawati mengklarifikasi isi pidato di HUT PDI Perjuangan yang ke 44 yang merupakan pangkal laporan Baharuzaman.
"Karena ini masuk ranah hukum. Meski proses belum berjalan full. Artinya kan sudah ada LP," kata dia.
Azam menambahkan saat ini Baharuzaman belum berpikir untuk menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.
"Saya secara pribadi tergantung klien. Kalau klien mau silakan. Kalau klien mengatakan tidak, Kalau saya sih siap," kata Azam.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mempertanyakan motif pelapor Megawati.
"Setiap orang berhak melaporkan bila menjadi korban. Tapi kalau melaporkan Bu Mega karena penistaan, itu dimana penistaannya? Bu Mega tidak punya track record melakukan penghinaan, masa karena statement yang dimaknai oleh secara subyektif diproses," kata Eva di DPR.
Eva mengatakan jika laporan tersebut diproses, tentu tim advokat PDI Perjuangan akan turun tangan.
"Pasti kita akan ada persiapan," tuturnya.
Baharuzaman melaporkan Megawati ke Bareskrim pada Senin, 23 Januari 2017.
"Tidak apa-apa, itu silakan," kata Azam kepada Suara.com, Rabu (25/1/2017).
Azam mengaku heran dengan reaksi sejumlah politikus PDI Perjuangan dalam menanggapi langkah Baharuzaman yang seperti kebakaran jenggot. Padahal, laporan Baharuzaman baru diterima polisi dan masih akan didalami untuk diputuskan layak ditindaklanjuti atau tidak.
"Tapi aneh, saya nyatakan, kalau PDIP belum apa-apa mau melaporkan (balik) itu aneh. Harus diselesaikan dulu pokoknya, apakah benar ini masuk ke ranah hukum," kata dia.
Azam berharap Megawati mengklarifikasi isi pidato di HUT PDI Perjuangan yang ke 44 yang merupakan pangkal laporan Baharuzaman.
"Karena ini masuk ranah hukum. Meski proses belum berjalan full. Artinya kan sudah ada LP," kata dia.
Azam menambahkan saat ini Baharuzaman belum berpikir untuk menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.
"Saya secara pribadi tergantung klien. Kalau klien mau silakan. Kalau klien mengatakan tidak, Kalau saya sih siap," kata Azam.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mempertanyakan motif pelapor Megawati.
"Setiap orang berhak melaporkan bila menjadi korban. Tapi kalau melaporkan Bu Mega karena penistaan, itu dimana penistaannya? Bu Mega tidak punya track record melakukan penghinaan, masa karena statement yang dimaknai oleh secara subyektif diproses," kata Eva di DPR.
Eva mengatakan jika laporan tersebut diproses, tentu tim advokat PDI Perjuangan akan turun tangan.
"Pasti kita akan ada persiapan," tuturnya.
Baharuzaman melaporkan Megawati ke Bareskrim pada Senin, 23 Januari 2017.
Komentar
Berita Terkait
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya
-
Sambut May Day 2026, Megawati Tegaskan Kesejahteraan Buruh Syarat Mutlak Keadilan Sosial
-
Megawati di Hari Kartini: Terus Ajarkan Semangat Perjuangan Agar RI Terbebas dari Ketidakadilan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur
-
Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara
-
Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan
-
Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas
-
Ada Semangat dan Kehidupan Baru dari Balik Pintu Huntara
-
Satgas PRR Salurkan Rp1,9 T Hadirkan Ruang Kelas Nyaman di Wilayah Terdampak
-
Bantargebang Terancam Overload, Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah dari Rumah Mulai Besok
-
Penggerebekan Besar di Hayam Wuruk, Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Judi Online Internasional
-
Pecah! Prabowo Joget Tabola Bale Bareng Warga Miangas Usai Hadiri KTT ASEAN
-
Brimob Bersenjata Lengkap Kepung Hayam Wuruk: Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus