Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melarang imigran, khususnya warga Timur Tengah, masuk ke AS. Namun, ada beberapa negara Arab yang mendapat 'tiket khusus'.
Salah satu negara yang diizinkan masuk ke AS adalah Arab Saudi. Seperti diketahui, Saudi merupakan salah satu negara Islam yang menjadi sekutu AS di Timur Tengah. Kerajaan Saudi adalah sekutu paling kuat AS di Timur Tengah untuk menghadapi 'musuh' seperti Iran dan Suriah.
Namun, kebijakan Trump membolehkan WN Saudi masuk ke AS sempat dipertanyakan. Masalahnya, 19 pelaku teror 11 September 2011 silam yang merenggut ribuan nyawa merupakan warga negara Saudi.
Negara ini juga diketahui merupakan negara kelahiran Osama bin Laden, bos Al Qaeda yang tewas dalam penyergapan tentara AS di Pakistan beberapa tahun lalu.
Sejumlah penduduk negara yang dilarang masuk yakni Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman. Kebijakan ini diambil untuk menghindari aksi terorisme. (AFP)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'
-
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu
-
Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat