Suara.com - Kepolisian Republik Indonesia mengimbau kepada Pimpinan FPI Rizieq Shihab tidak memobilisasi massa saat menjalani pemeriksaan terkait sejumlah kasus yang menjeratnya selama di Polda Metro Jaya maupun Polda Jawa Barat. Mengingat aksi yang dilakukan massa dapat mengganggu.
"Beliau - beliau yang murni menghadapi proses hukum bisa meminimalisir resiko dengan tidak membawa terlalu banyak pendukung. Seperti di Bandung, dampaknya kami lihat kemarin terjadi kemacetan yang luar biasa," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2017).
Boy menghimbau untuk pemeriksaan selanjutnya agar Rizieq tidak memobilisasi massa. Menurut Boy Rizieq seharusnya memahami memahami dampak dari aksi massa mengakibatkan terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami imbau apabila ada penyidikan berikutnya agar tidak membawa massa yang mengganggu Kamtibmas," ujar Boy.
Sementara itu mantan Kapolda Banten adanya tudingan pihak - pihak selama proses hukum yang dianggap adanya kriminalisasi terhadap ulama, khususnya Rizieq, Polri tegaskan semua penyidikan kasus Rizieq murni penegakan hukum.
"Itu ada anggapan bahwa ada kriminalisasi di sana. Ini harus perlu diluruskan, tidak ada kriminalisasi. ini murni proses hukum," ujar Boy.
Selanjutnya Boy selama proses penanganan kasus Rizieq semua itu ada laporan perkara yang harus ditindak lanjutin Polri.
"Kriminalisasi itu adalah tidak ada masalah lalu tiba - tiba dijadikan objek hukum. Ini tentu tidak benar. Jadi anggapan kriminalisasi itu mohon bisa dipahami, ini murni hukum yang sedang berjalan," ujar Boy.
Baca Juga: Tujuan Polisi Sita TV dan Seprai Firza di Kasus Chat Sex Rizieq
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur
-
Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta
-
Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi
-
Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal
-
Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia
-
Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura
-
Khofifah Lepas 4.015 Pelari MANTRA116 2026, Perkuat Posisi Jatim sebagai Destinasi Sport Tourism
-
Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE
-
Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!
-
Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet