Suara.com - Sebuah perusahaan penyedia layanan bersih-bersih atau cleaning service di London tengah membuka lowongan pekerjaan khusus untuk perempuan. Perusahaan mencari calon pekerja yang bersedia membersihkan rumah klien dalam keadaan bugil.
"Kami mencari pekerja perempuan yang bisa membersihkan rumah-rumah pribadi dalam keadaan telanjang," bunyi iklan tersebut dilansir dari laman Odditycentral.
Pekerjaan itu meliputi membersihkan tempat tidur, menyetrika pakaian, hingga menyiram tanaman. Klien dikenakan biaya 82 dolar untuk satu jam pertama dan 69 dolar untuk setiap jam berikutnya. Sementara si pekerja mendapat bayaran 57 dolar per jam.
Perusahaan juga memberikan syarat kepada para klien seperti tak boleh "menyentuh", memotret, atau memfilmkan saat si pekerja mulai bekerja di rumahnya.
"Kami mulai di London dua tahun yang lalu dan itu terbukti benar-benar populer, sehingga kami mengembangkannya saat ini," kata pendiri perusahaan, Laura Smith kepada Telegraph.
Lebih lanjut kata Smith, kebanyakan kliennya merupakan kaum nudist atau penghobi telanjang.
"Dan saya harus menekankan bahwa mereka (pekerja) benar-benar telanjang," ujarnya lagi.
Smith membantah bahwa perusahaannya bagian dari bisnis prostitusi. Sebab, layanan yang diberikan memang untuk kaum nudist. "Ini sama sekali tak berhuhubungan dengan seks," ucapnya.
Berita Terkait
-
Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting
-
Anti Ribet! 6 Tips Jitu Bereskan Rumah yang Berantakan Pasca-Lebaran
-
Dilema Gudang vs Lebaran: Mengapa Kita Terobsesi Bersih-Bersih Total?
-
Gaya Hidup Sibuk Bikin Bersih-Bersih Rumah Tertunda, Cara Ini Jadi Jalan Keluar
-
Hemat Waktu dan Tenaga, Ini 7 Cara Efektif Membersihkan Rumah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar