Suara.com - Peserta aksi zikir dan doa bersama 112 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (11/20/2017), tepergok buang air kecil tidak di dalam toilet, tapi di sembarang tempat.
Pasalnya, Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) sebagai panitia aksi tersebut, tidak menyediakan toilet umum darurat. Padahal, peserta acara tersebut mencapai ribuan orang.
Pantauan suara.com di lokasi, sejumlah orang antre berkemih sembari berdiri di sela-sela sudut gang sebuah gudang mesin diesel, yang berada di bagian area belakang Masjid Istiqlal.
Kaum Adam yang buang air sembarangan ini tak hanya anak muda, tapi juga yang berusia lebih tua.
Selain di sudut gudang mesin diesel, ada pula peserta yang kencing di sudut-sudut tembok pagar masjid.
Masih dari pantauan, banyaknya peserta aksi 112 yang berkemih di sembarang tempat ini disebabkan toilet dalam Masjid Istiqlal penuh disesaki jemaah.
Sementara itu, hingga berita ini diunggah, massa masih memadati kawasan Mesjid Istiqlal. Sejumlah ulama masih memimpin zikir dan ceramah di dalam masjid.
Baca Juga: GNPF MUI Bersyukur Tak Jadi Aksi Jalan Kaki ke Monas
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang