Suara.com - Jasad Kim Jong Nam, kaka tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan disutopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Hal ini seperti dikatakan Kepolisian Diraja Malaysia. Seperti diketahui, Jong Nam diduga dibunuh di bandara internasional Malaysia.
Jong Nam diduga kuat dibunuh dua agen perempuan Korut menggunakan racun. Laporan sementara dia tewas akibat disuntikkan jarum beracun atau racun yang disemprotkan ke wajahnya.
Pemerintan Korea Selatan menduga Kim Jong Un merupakan dalang di balik pembunuhan saudara tirinya tersebut karena alasan perebutan tampuk kekuasaan.
Kepolisian Malaysia saat ini sedang mempelajari pembunuhan ini lewat rekaman CCTV bandara untuk mengorek kronologisnya.
"Dia (Jong Nam) mendatangi resepsionis di terminal keberangkatan dan mengatakan seseorang menarik wajahnya dari belakang dan menyiramnyua dengan cairan," kata kepala investigasi kriminal wilayah Selangor Fadzil Ahmat.
"Dia minta pertolongan, kemudian dilarikan ke klinik bandara. Waktu itu, dia sudah mengeluh sakit kepala. Sesampainya di klinik, korban kejang-kejang kemudian dimasukkan ke ambulan dan dibawa ke Rumah Sakit Putrajaya. Di sana, dia dinyatakan meninggal," bebernya lagi. (AFP)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran