Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Haryadi Sukamdani mengapresiasi lantaran Pilkada kemarin berjalan dengan lancar. Mewakili para pengusaha, dia mengakatakan pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 pada 15 Febuari 2017 kemarin berjalan dengan lancar.
Menurutnya pengusaha masih menunggu kepastian jaminan keamanan menjelang dan saat pilkada tahap kedua.
"Kenapa, karena masuk dua putaran. Otomatis eskalasi politik putaran kedua ini kian panas masih ada pertarungan. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin memengaruhi perekonomian. Jadi masih menunggu apa yang akan terjadi di Jakarta saat itu," kata Haryadi saat dihubungi, Jumat (17/2/2017).
Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada semua pihak termasuk pemerintah untuk menjaga agar menjelang Pilkada DKI susasana politik tetap kondusif. Hal ini bertujuan untuk menjaga perekonomian agar bisa tetap berjalan dengan stabil.
"Kami minta kondisi politik dijaga. Yang pertama ini saja sudah panas. Jangan terus panas yang akhirnya menggangu perekonomian dan dunia usaha," ujarnya.
Setelah melihat pelaksanaan pilkada serentak berjalan lancar, optimisme mulai muncul. Apindo yakin kondisi suasana bisa terjaga hingga putaran dua Pilkada DKI pada April 2017 mendatang.
"Kondisinya lebih kondusif, Insya Allah sampai putaran kedua ini bisa lebih baik. Semoga tidak ada anarkis atau tindak kekerasan, atau isu-isu negatif yang menerpa. Ini demi perekonomian kita juga," kata Haryadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan