Suara.com - Calon gubernur Jakarta Anies Baswedan mengunjungi rumah susun sederhana sewa yang terletak di Kelurahan Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (21/2/2017) sore.
Anies tiba di rusunawa yang menamping warga asal Bukit Duri dan Kampung Akuarium itu sekitar pukul 16.40 Wib. Lokasi yang didatangi Anies yaitu Blok Glatik. Blok ini merupakan bangunan yang baru saja dibangun.
Anies bertanya kepada warga mengenai hasil pemungutan suara pilkada Jakarta pada Rabu (15/2/2017).
"Nomor berapa yang menang di sini?" kata Anies.
"Tiga. Nomor tiga menang," kata warga.
Nomor tiga adalah nomor pasangan Anies dan Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.
"Jadi gubernurnya mau tetap apa ganti?" kata Anies.
"Ganti," jawab warga.
Anies mengucapkan syukur dan meyakinkan penghuni rusunawa bahwa Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat akan segera diganti.
"Insya Allah akan kita ganti," kata Anies.
Anies kemudian menjelaskan tujuannya datang ke rusunawa. Dia mengaku ingin silaturahmi sekaligus ingin mengetahui kondisi penghuni rumah susun yang dibangun pemerintah.
"Sekarang saya mau dengar cerita langsung warga rusun Rawa Bebek," ujar Anies.
Anies kemudian melakukan dialog dengan beberapa penghuni. Setelah itu, dia naik ke lantai atas untuk meninjau lingkungan.
Mayoritas penghuni rusunawa Rawa Bebek mendukung Anies -Sandiaga.
Hasil penghitungan suara final di tempat pemungutan suara 140 menunjukkan pasangan Anies-Sandiaga meraup sebanyak 148 suara, disusul pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sebanyak 124 suara, dan Ahok-Djarot Saiful Hidayat di posisi buncit, 80 suara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Studi Oxford: Hampir Separuh Penduduk Dunia Terancam Panas Ekstrem pada 2050
-
Diduga Adu Kecepatan, 4 Fakta SUV Mewah Jetour T2 hangus Terbakar Usai Ditabrak BMW di Tol Jagorawi
-
Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku