Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas tentang evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas Provinsi Sumatra Utara di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/2).
Presiden Jokowi memastikan pemerintah tidak akan membiarkan Siti Aisyah sendirian menghadapi proses hukum di Malaysia. Siti Aisyah kini menjadi tersangka kasus pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
"Yang jelas kita akan selalu mendampingi. Saya sudah sampaikan ke menteri luar negeri agar didampingi terus lewat pengacara yang sudah ditunjuk agar diberikan perlindungan kepada Aisyah," kata Jokowi di Cibubur, Jakarta Timur, hari ini.
Jokowi menginginkan posisi Siti Aisyah dalam kasus pembunuhan tingkat tinggi itu terang benderang.
"Apapun, biar semuanya nanti terang benderang. Apakah dia ini korban, apakah memang ikut dalam .... (diam dan mengangguk)" kata Jokowi.
Ketika ditanya apakah pemerintah bisa membela Aisyah, Jokowi belum dapat mastikan karena proses hukum sedang berlangsung.
"Semuanya kan masih berlangsung masih berproses masih ada interogasi-interogasi yang selalu didampingi. Nantilah kalau sudah kelihatan kepastiannya, nanti saya sampaikan," kata Jokowi.
Jokowi menegaskan bahwa kasus perempuan asal Serang, Banten, itu, layak mendapatkan perhatian dari sisi hukum.
"Yang jelas kita akan selalu mendampingi. Saya sudah sampaikan ke menteri luar negeri agar didampingi terus lewat pengacara yang sudah ditunjuk agar diberikan perlindungan kepada Aisyah," kata Jokowi di Cibubur, Jakarta Timur, hari ini.
Jokowi menginginkan posisi Siti Aisyah dalam kasus pembunuhan tingkat tinggi itu terang benderang.
"Apapun, biar semuanya nanti terang benderang. Apakah dia ini korban, apakah memang ikut dalam .... (diam dan mengangguk)" kata Jokowi.
Ketika ditanya apakah pemerintah bisa membela Aisyah, Jokowi belum dapat mastikan karena proses hukum sedang berlangsung.
"Semuanya kan masih berlangsung masih berproses masih ada interogasi-interogasi yang selalu didampingi. Nantilah kalau sudah kelihatan kepastiannya, nanti saya sampaikan," kata Jokowi.
Jokowi menegaskan bahwa kasus perempuan asal Serang, Banten, itu, layak mendapatkan perhatian dari sisi hukum.
Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bagaimana Aisyah bisa terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Kim Jong Nam. Tito sudah mendapatkan informasi dari Polisi Diraja Malaysia mengenai Siti Aisyah dalam kasus pembunuhan tingkat tinggi.
"Yang bersangkutan tidak menyadari kalau itu untuk pembunuhan. Yang bersangkutan direkrut kemudian untuk menjadi pelaku yang lelucon, prank, yang lucu-lucu, 'kena lo'," kata Tito di DPR, Rabu (22/2/2017).
Acara lelucon yang dimaksud adalah reality show di Malaysia. Ternyata yang dilakukan Aisyah adalah pembunuhan betulan.
Selain Aisyah, pelaku juga menjebak perempuan berkewarganegaran Vietnam bernama Doan Thi Huong (28) untuk eksekusi Kim Jong Nam.
Menurut informasi yang diterima Polri, jumlah pelaku yang menjebak Aisyah ada empat orang. Mereka memiliki paspor Korea Utara. Pelaku pernah terekam masuk ke Indonesia sebelum peristiwa itu.
"Jadi kalau informasi (direkrutnya) di Kuala Lumpur," kata dia.
Kim Jong Nam meninggal setelah disemprot racun ketika tengah berdiri di bandara internasional Kuala Lumpur untuk pulang ke Macau pada Senin (13/2/2017).
Selain menahan Siti dan Doan, aparat kepolisian Malaysia juga menahan pacar Siti yang berkewarganegaraan Malaysia pada Rabu (15/2/2017).
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!