Suara.com - Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud, dan rombongan tiba di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/3/3/2017), sekitar pukul 17.55 WIB.
Rombongan langsung memasuki kawasan Hotel Raffles. Mobil yang mengiringi Raja Salman berjumlah puluhan unit.
Menurut pengamatan Suara.com, sebelum mobil yang membawa Raja Salman datang, polisi terlebih dahulu mengosongkan jalur menuju hotel.
Setelah semua mobil masuk ke kawasan hotel, jalan kembali dibuka untuk umum.
Area sekitar hotel dijaga ketat oleh aparat keamanan. Mereka membuat beberapa pos penjagaan di sana.
Warga Bogor Elu-elukan Raja Salman
Setelah menyelesaikan seluruh agenda kenegaraan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Raja Arab Saudi, Raja Salman beserta rombongan meninggalkan Istana sekitar pukul 17.20 WIB.
Ketika mobil Raja Salman bergerak keluar dari Istana, kelompok ibu-ibu yang sejak siang memadati lokasi tersebut mengelu-elukannya.
"Raja, raja, Raja Salman. Datang lagi ke ya," kata warga sambil mengibarkan bendera Indonesia dan Arab Saudi.
Warga terlihat tetap antusias, meski hujan lebat sejak siang tadi.
Siang tadi, masyarakat yang datang ke depan Istana didominasi anak sekolah. Tapi setelah sore, giliran ibu-ibu.
Guru PAUD Bai Kenanga, Rifani (29), senang dengan kehadiran Raja Salman.
"Penasaran mas, mau lihat pakai mata kepala sendiri ketemu raja. Saya bela belain hujan - hujanan, mas sampai bendera yang kami bawa basah nih," kata Rifani.
Ibu bernama Ainsyah (45) juga demikian. Dia datang demi menunggu momentum bisa memotret dan merekam Raja Salman ketika keluar dari Istana.
Agar kamera tak basah oleh air hujan, dia sampai membungkus ponsel dengan plastik.
"Iya aku mau abadiin mas, kenang - kenangan kapan lagi Raja ke sini. Nggak apa - apa hujan besar mas, semuanya buat Raja Salman ini," ujar Ainsyah.
"Ini (video dan foto) nanti mau saya kasih lihat mas, sama temen-temen saya, ada orang Arab juga mas, buat buktilah saya lihat Raja Salman langsung," Ainsyah menambahkan sambil tertawa. [Nikolaus Tolen]
Berita Terkait
-
Ingin Kampung Haji Sukses, Danantara Gaet Perusahaan Arab Saudi
-
Harry Kane akan Kaya Raya jika Terima Tawaran Klub Arab Saudi, Gaji Dua Kali Bayern Munich
-
Fakta di Balik Pembangunan Kampung Haji Indonesia, Apa Untungnya Buat Jemaah?
-
Cristiano Ronaldo Diprediksi Akhiri Aksi Mogok, Siap Bela Al Nassr Akhir Pekan Ini
-
Toni Kroos: Tanpa Ronaldo, Tidak Ada yang Nonton Liga Arab Saudi
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
Transjakarta Berduka dan Serahkan Penyelidikan Kecelakaan Maut di Pondok Labu ke Polisi
-
Tolak PSN Merauke, Majelis Rakyat Papua Peringatkan Risiko Kepunahan Masyarakat Adat
-
Anggota Komisi III DPR: MKMK Tak Berwenang Batalkan Pengangkatan Adies Kadir Sebagai Hakim MK!
-
SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun
-
Gus Ipul Minta Pendamping PKH Datangi 11 Juta Peserta PBI yang Dinonaktifkan
-
Golkar Resmi Proses PAW Adies Kadir, Sarmuji Tegaskan Tak Ada 'Lompat Pagar'
-
MKMK Dinilai Hanya Bisa Adili Etik, Keppres Pengangkatan Adies Jadi Hakim MK Tak Bisa Dibatalkan?
-
Drama Tetangga: Teriakkan Suara Drum Berujung Pengeroyokan, Korban Malah Jadi Terlapor
-
Nasib Tragis Sutaji, Pemuda Pondok Labu Tewas Terlindas Transjakarta di Depan Bus Stop Taman DDN
-
Saut Situmorang: OTT Bea Cukai Tak Mengejutkan, Tanpa Reformasi Sistem Hasilnya Akan Stagnan